Agar Umat Katolik Tidak Terkena Virus Corona, Alasan Pembatalan Rencana Kunjungan Paus

Dalam foto ini, Paus Fransiskus berjabat tangan dengan umat saat ia meninggalkan Basilika St Petrus setelah audiensi umum mingguan pada 27 Maret. (Foto: Vincenzo Pinto/AFP)

Katoliknews.com – Kunjungan Paus Fransiskus tentu saja akan menimbulkan kehebohan, di mana banyak orang Katolik akan berkumpul.

Di tengah wabah virus corona yang kini masih terus berlangsung, kerumunan orang seperti itu beresiko bagi penyebaran virus, jika saja ada yang terinfeksi dan ikut dalam kerumunan.

Hal itu menjadi alasan mengapa Paus Fransiskus memilih membatalkan rencana kunjungan ke beberapa negara yang sudah direncanakan berlangsung tahun ini, termasuk ke Indonesia, Timor Leste dan Papua Nugini.

“Dia (Paus) tidak ingin umatnya terkena virus corona, (karena itu) dia membatalkan kunjungannya,” kata Monsignor Marco Sprizzi, yang bertindak sebagai penanggung jawab di Kedutaan Vatikan di Timor Leste kepada wartawan.

Seperti dilansir AFP, ia berbicara kepada wartawan di Dili, Rabu, 11 Maret 2020 saat menyampaikan informasi pembatalan kunjungan Paus.


Paus juga dikabarkan akan membatalkan rencana kunjungannya ke Malta pada 31 Mei, mengingat negara itu sejak Selasa, 10 Maret melarang semua lalu lintas udara ke dan dari Italia.

Vatikan sendiri telah mengadopsi langkah-langkah penutupan berbagai fasilitas publik, seperti halnya yang diberlakukan di seluruh Italia untuk menahan penyebaran virus.

Paus Fransiskus saat ini menyampaikan berkat-berkatnya dan merayakan Misa pagi secara pribadi dan disiarkan melalui streaming. 

Vatikan telah menutup Basilika Santo Petrus bagi para wisatawan, meskipun tetap terbuka untuk mereka yang berdoa pribadi.

Lebih dari 119.000 orang di seluruh dunia telah tertular virus, di mana lebih dari setengahnya pulih.

Virus ini menyebabkan penyakit ringan bagi kebanyakan orang tetapi bisa parah pada orang tua dan mereka yang memiliki masalah kesehatan.