Klaim Kardinal Tagle Dapat Hukuman dari Paus Fransiskus, Presiden Duterte Dikecam Para Uskup Filipina

Presiden Duterte mengkalim bahwa Paus Fransiskus menghukum Kardinal Tagle karena terlibat dalam politik, dengan memindahkannya ke Roma

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: Ist)

Katoliknews.comPara pemimpin Gereja di Filipina membalas pernyataan “menggelikan” Presiden Rodrigo Duterte bahwa Kardinal Luis Antonio Tagle dicopot dari jabatan sebagai Uskup Agung Manila karena Paus Fransiskus marah dengan keterlibatannya dalam politik.

“Luar biasa menggelikan,” kata Uskup Kalookan, Mgr Pablo Virgilio David, Wakil Ketua Konferensi Waligereja Filipina (CBCP), dalam sebuah posting di Facebook, seperti dilansir Ucanews.com.

Kemudian, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh CBCP pada 11 Maret, Uskup David mendesak Duterte untuk berhenti membuang-buang waktu untuk tuduhan yang tidak berdasar.

“Saya menyarankan agar kita kembali ke masalah nyata hari ini,” kata Uskup David, seraya menambahkan bahwa presiden harus fokus pada meningkatnya kasus virus corona di Filipina.

Uskup Balanga, Mgr Ruperto Santos mengatakan, Kardinal Tagle memiliki catatan bersih bersama Gereja. “Semua dusta. Distorsi kebenaran,” katanya, seperti dilansir CNN Filipina. Penugasan Kardinal Tagle di Vatikan “adalah rahmat dari Tuhan, hadiah dan berkah bagi Filipina,” katanya.


Kardinal Tagle meninggalkan Manila pada Februari untuk menempati jabatan sebagai Prefek Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa, yang juga dikenal sebagai Propaganda Fide.

Duterte, yang dikenal karena kecamannya terhadap hierarki Katolik, membuat klaimnya tentang Kardinal Tagle ketika berbicara di Sidang Majelis Umum Para Walikota di Pasay City pada 10 Maret.

Dia juga menuduh Kardinal Tagle menyalurkan dana gereja untuk membiayai oposisi Partai Liberal Filipina dan pendukungnya, termasuk keluarga politik Aquino. Dia menyebut anggota Liberal sebagai “kuning,” istilah hinaan yang digunakan oleh Duterte dan para pendukungnya.

“Lihat, mereka [Gereja] menggunakan uang itu. Mereka berkontribusi pada kuning. Lihat apa yang terjadi. Kita tidak punya uskup sekarang. Tidakkah Anda tahu? Ia dipindahkan,” kata Duterte.

Duterte mengatakan pergantian jabatan Kardinal Tagle adalah hukuman karena campur tangannya dalam politik. “Kita hanya diberi penjaga yang adalah seorang imam. Manila tidak memiliki uskup lagi. Paus Fransiskus marah karena ia [Tagle] ikut campur dalam politik,” kata Duterte.

Duterte salah dalam klaimnya bahwa Manila tidak memiliki uskup. Pada 10 Februari, Paus Fransiskus menunjuk Uskup Broderick Pabillo, uskup auksilier Manila, sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Agung Manila.

Uskup Pabillo telah menjadi pengkritik yang vokal Duterte terkait perang  terhadap narkoba dan pembunuhan di luar proses hukum.

Duterte memiliki sejarah menyerang para pemimpin gereja di negara mayoritas Katolik itu. Dia pernah menyebut uskup Katolik sebagai “idiot” setelah mereka mengkritik serentetan pembunuhan terkait narkoba. “Anda tidak harus pergi ke gereja untuk membayar orang-orang idiot ini,” katanya dalam pidato publik pada November 2018.

Dalam peran barunya di Roma, Kardinal Tagle bertanggung jawab atas evangelisasi di Gereja global dan pencalonan uskup Katolik di Asia, Afrika, dan Oseania.

Paus Fransiskus s menunjuknya ke kantor baru pada 8 Desember, menjadikannya salah satu dari sembilan anggota Kuria Romawi, semacam kabinet kepausan.