Mulai  Hari Ini, Keuskupan Agung Manila Tiadakan Misa Publik di Semua Gereja

Seorang petugas sedang menyemprotkan disinfektan di sebuah sekolah di Manila. (Foto: AFP/Ucanews.com)

Katoliknews.comKeuskupan Agung Manila di Filipina memutuskan meniadakan Misa publik selama 14-20 Maret di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran virus corona Covid-19.

Uskup Broderick Pabillo, Administrator Apostolik Keuskupan Agung Manila, mengeluarkan perintah itu dalam surat pastoral 13 Maret.

Hal ini disampaikan menyusul adanya pengumuman oleh Presiden Rodrigo Duterte yang mengunci seluruh kota Manila untuk melawan virus.

“Saya memberikan semua umat beriman dispensasi dari kewajiban menghadiri Misa hari Minggu ini [15 Maret]. Tidak akan ada perayaan umum Misa Kudus dan tidak ada kegiatan publik di semua gereja di keuskupan agung selama tujuh hari, mulai Sabtu, 14 Maret, hingga Jumat, 20 Maret,” tulis Uskup Pabillo, seperti dilansir Ucanews.com.

Dia juga mendesak umat Katolik untuk mengikuti arahan dari Departemen Kesehatan dan pakar kesehatan “dalam semangat pengorbanan demi kebaikan semua orang.”


Meskipun umat Katolik tidak dapat menghadiri perayaan keagamaan selama tanggal-tanggal ini, “ini tidak berarti bahwa kita tidak lagi dapat datang kepada Tuhan,” kata uskup itu.

Dia menganjurkan orang-orang untuk berusaha “berhubungan dengan-Nya melalui doa yang sungguh-sungguh.”

Selama tujuh hari, lonceng gereja di Keuskupan Agung Manila akan berdentang di siang hari dan pukul 8 malam untuk memanggil semua orang untuk mendoakan doa Oratio Imperata untuk melawan Covid-19.

Keluarga diharapkan berkumpul pada jam 8 malam setiap hari untuk berdoa rosario dan membaca Kitab Suci.

Pada 11 Maret, mantan uskup agung Manila Luis Antonio Tagle juga mengeluarkan pesan yang mendorong semua warga Filipina untuk tetap berani dan penuh harapan meskipun ada krisis.

Ketakutan seharusnya tidak menghentikan orang mengingat yang miskin dan yang rentan, kata kardinal yang sekarang berbasis di Roma sebagai Prefek Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa.

Kardinal Tagle mengingatkan umat Katolik untuk meluangkan waktu untuk merenung selama musim Prapaskah. Dia menyoroti pentingnya puasa, doa, dan sedekah.

Ini, katanya, penting untuk mempraktikkan pemisahan dari kesenangan dan kenyamanan duniawi.

“Kita mungkin berpikir bahwa kita dapat melakukan apapun yang kita inginkan di dunia ini. Sekarang kita dihadapkan dengan masalah ini. Kita tidak bisa melakukan apa-apa. Karena itu, mari kita puasa dari melakukan hal-hal yang memberi kita kesenangan, ”kata kardinal.

Kardinal Tagle juga mengatakan krisis Covid-19 adalah pengingat bahwa tidak ada yang seperti Tuhan yang mengendalikan segalanya. Dia menantang setiap keluarga Filipina untuk memastikan kebaikan menang bahkan di saat krisis.

Sementara itu, Presiden Duterte telah memberlakukan larangan perjalanan ke dan dari Manila dari 15 Maret hingga 12 April. Dia mengumumkan larangan itu dalam pidato yang disiarkan televisi pada 12 Maret.

Pemerintah telah menempatkan seluruh ibukota di bawah karantina, memerintahkan penutupan sekolah sampai 12 April dan melarang pertemuan besar, sementara orang asing dilarang pergi ke daerah-daerah di mana virus menyebar.

Ada hampir 13 juta umat Katolik di Metro Manila.

Militer dan polisi telah dikerahkan untuk memastikan kebijakan itu berjalan.