Enam Imam di Bergamo, Italia Meninggal Akibat Virus Corona

Sumber foto: Nypost.com

Katoliknews.com – Sekitar enam imam di Kota Bergamo, Italia Utara meninggal dunia setelah dinyatakan terinfeksi virus corona.

Seperti dikutip dari Aleteia.org pada Rabu 18 Maret 2020, selain para imam itu, ada 20 imam lainnya yang saat ini dirawat di rumah sakit.

Uskup Bergamo, Francesco Beschi saat berbicara dengan Rainews24 – salah satu chanel televisi di Italia mengatakan – enam imam yang meninggal tersebut sebelumnya melayani umat di Bergamo, salah satu kota di Italia yang mengalami krisis besar akibat virus corona.

“Imam Kami banyak, sebagian besar dari mereka terinfeksi virus usai melayani umat di Bergamo,” kata Beschi, Minggu 15 Maret 2020.

“Rasa sakit yang mereka alami merupakan tanda eratnya hubungan mereka dengan umat yang terjangkit corona, bersama dalam penderitaan,” lanjutnya.


Otoritas gereja Katolik Italia sebelumnya sudah memutuskan untuk menangguhkan Misa umum di Negara itu dalam upaya untuk membendung penyebaran virus.

Namun setelah kebijakan itu dikeluarkan, di media sosial terlihat beberapa imam yang setia merawat ‘kawanan domba’ mereka, membawa Sakramen Mahakudus melalui jalan-jalan dan menawarkan berkat kepada orang yang lewat.

Terkait hal itu, pada hari Jumat pekan lalu, Paus Fransiskus menyampaikan doanya agar para imam yang setia menggembalakan umatnya itu berada di bawah bimbingan Roh Kudus.

“Saya juga ingin berdoa hari ini untuk para imam yang menemani umat Allah selama krisis ini,” kata paus.

“Semoga Tuhan memberi mereka kekuatan dan kemampuan untuk memilih cara terbaik untuk membantu. Langkah-langkah drastis tidak selalu baik. ”

Kota Bergamo terkenal sebagai tempat kelahiran Santo Yohanes XXIII yang menjabat sebagai paus dari tahun 1958 hingga kematiannya tahun 1963.

Populasi penduduk di Bergamo yang saat ini berjumlah 120.000 jiwa. Menurut laporan media Crux, dari jumlah itu sebanyak 3.416 kasus virus corona dari total 21.157 kasus di negara tersebut. Diperkirakan 50 orang sekarat per hari karena penyakit di kota itu.