Cegah Covid-19, Tahun Ini Semana Santa di Larantuka Ditiadakan

Prosesi Semana Santa di Larantuka, di mana Tuan (Bunda Maria) diarak mengitari kota. (Foto: Beritasatu.com)

Katoliknews.com – Demi mendukung upaya pemerintah meredam penyebaran virus corona (Covid-19), Keuskupan Larantuka memutuskan meniadakan Semana Santa tahun ini.

Hal itu merupakan keputusan dari rapat yang dipimpin Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung, Pr bersama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, pada Sabtu, 21 Maret 2020.

Dalam rapat itu disepakati bahwa Gereja mendukung penuh komitmen pemerintah, yang kini berjuang keras mengatasi pandemi Covid-19, untuk “tinggal di rumah.”

“Kita menjaga tradisi, tapi juga mesti ikut menjaga kehidupan dan kemanusiaan,” kata Mgr. Frans.

“Iman mesti diwujudkan untuk keselamatan jiwa (salus animarum), tetapi mesti juga ikut serta dalam upaya keselamatan kemanusaan dan kehidupan insani dunia ini (salus hominum),” tambahnya.


Diskusi tersebut disebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan, demikian laporan Sesawi.net.

Uskup Frans menggambarkan bagaimana Yesus dahulu melanggar aturan Hari Sabat demi alasan kemanusiaan, hal yang ia sebut menjadi dasar prinsip bahwa kesehatan dan keselamatan manusia adalah hal utama.

Surat edaran terkait hal ini akan diterbitkan pada Senin esok, 23 Maret.

Semana Santa, sebuah prosesi selama pekan suci, sudah ratusan tahun dipraktekkan umat umat Katolik di Larantuka. Prosesi ini dilakukan selama tujuh hari berturut-turut.

Kata Semana Santa berasal dari Bahasa Portugis. Semana berarti ‘pekan’ atau ‘minggu’, dan santa yang berarti ‘suci’.

Pekan Semana Santa dimulai dari Minggu Palma, Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga perayaan Minggu Paskah.

Prosesi penting selama Semana Santa yang pertama ialah berdoa dan menyucikan jiwa di kapel saat Rabu Trewa. Kemudian pada hari Kamis Putih ada ritual Tikam Turo, yaitu meletakkan lilin di sepanjang jalan sejauh 7 kilometer.

Di hari yang sama, umat Katolik memandikan Patung Bunda Maria, yang juga disebut patung Bunda Tuan Ma, yang disimpan di Kapel Tuan Ma.

Keesokan harinya saat Jumat Agung, ada ritual Sesta Vera, ketika patung Yesus Kristus dibawa diarak lewat laut dan diletakkan di samping Patung Bunda Maria.

Setelahnya, ada Sabtu Santo dan Minggu Paskah sebagai puncak Semana Santa.