Siswa ‘Diliburkan,’ Sekolah Katolik Diminta Perkuat Kerja Sama dengan Orang Tua

Pastor Vinsensius Darmin Mbula OFM (Foto: Floresa.co).

Katoliknews.com – Kasus virus corona yang memaksa sekolah-sekolah, termasuk sekolah Katolik meniadakan kegiatan belajar mengajar, sehingga anak belajar di rumah, mesti menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama sekolah dengan orang tua, demikian harapan yang disampaikan oleh Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), Pastor Vinsensius Darmin Mbula OFM.

Dalam suratnya yang diunggah di situs resmi MNPK, ia mengatakan, “kita mesti menjadikan masa ini sebagai kesempatan berharga untuk membangun kerja sama yang dilandasi rasa saling percaya dengan orang tua/wali peserta didik, lewat berbagai macam format, di mana terjalin komunikasi antara sekolah dan orangtua/wali, misalnya dalam bentuk pemberian tugas yang pelaksanaannya melibatkan partisipasi berbagai pihak.”

Ia mengatakan, pada prinsipnya, LPK menaati semua kebijakan pemerintah dan Gereja lokal terkait upaya pencegahan virus ini.

“Karena itu, MPK, unit Yayasan dan sekolah, di tengah konteks yang berbeda-beda di seluruh Nusantara, hendaknya mengambil sikap yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dan Gereja lokal,” katanya.

“Kita harus mengedepankan nilai kemanusiaan, mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan semua orang, termasuk peserta didik yang dipercayakan kepada kita,” tambahnya.


Dalam kerangka mencegah COVID-19, ia mengataka, “kita perlu bekerja sama mengambil tindakan preventif, termasuk dengan mengindari kerumunan, menjaga jarak satu sama lain, juga meniadakan kegiatan belajar mengajar dan aktivitas lainnya di sekolah hingga situasi bisa membaik.”

Ia menambahkan, kesempatan ini juga mesti dimanfaatkan  sebagai masa teduh untuk membangun cara berpikir dan bertindak sehat, bersih dan tertib, seperti istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kebersihan rumah, lingkungan dan sebagainya.

LPK, jelas dia, juga “mesti merujuk pada informasi dari sumber-sumber yang kredibel dalam merumuskan kebijakan di lingkup masing-masing.”

Di tengah masa yang sulit ini, jelasnya, “kita tetap memelihara semangat solidaritas di tengah situasi sulit ini, dengan membuka diri bagi upaya memberi bantuan, lewat berbagai cara, kepada mereka yang membutuhkan.”

“Kita mengambil bagian dalam gerakan untuk berdoa agar situasi sulit ini bisa segera berakhir, pemulihan bagi mereka yang dirawat, keselamatan kekal bagi mereka yang meninggal, juga kekuatan bagi para tenaga medis, sebagaimana yang juga menjadi ajakan Bapa Suci Kita, Paus Fransiskus,” katanya.

Ia mengakhiri suratnya dengan mengajak untuk “terus menjalin komunikasi dan kerja sama serta proaktif mengambil langkah-langkah konkret untuk mengambil bagian dalam pencegahan COVID-19 sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita.”

“Sebagai komunitas pendidikan yang mengabdi pada kemanusiaan, kita mesti selalu mengedepankan tanggung jawab moral bagi kemaslahatan semua umat manusia,” tambahnya.