Suster mengambil foto selfie saat audensi mingguan Paus Fransiskus pada 8 April 2018 di Basilika St Petrus, Vatikan. (Foto: AFP/ TIZIANA FABI)

Katoliknews.com – Laporan terbaru yang dirilis Vatikan perihal jumlah umat Katolik di seluruh dunia menunjukkan adanya peningkatan, sementara jumlah kaum religius mengalami penurunan.

Laporan dalam buku berjudul”Annuario Pontificio 2020,” buku tahunan Vatikan itu, merekam data statistik antara 2013-2018, berdasarkan angka-angka yang valid hingga 31 Desember 2018.

Jumlah umat Katolik yang dibaptis dilaporkan meningkat 6 persen antara 2013 dan 2018, yang mencapai 1,33 miliar atau hampir 18 persen dari populasi global, demikian menurut statistik itu.

Wilayah dengan proporsi tertinggi umat Katolik, menurut laporan itu adalah di Amerika Utara dan Amerika Selatan dengan “63,7 Katolik per 100 penduduk,” diikuti oleh Eropa dengan 39,7 Katolik, Oceania dengan 26,3 dan Afrika dengan 19,4 Katolik untuk setiap 100 penduduk.

Asia memiliki persentase terendah umat Katolik dalam populasi umum, yaitu 3,3 Katolik untuk setiap 100 penduduk.

Jumlah uskup juga dilaporkan terus meningkat pada tahun 2018, mencapai 5.337, naik dari 5.173 pada tahun 2013.

Jumlah Religus Menurun

Laporan yang sama, yang dirilis pada 25 Maret menunjukkan bahwa jumlah kaum religius pria dan wanita di dunia saat ini mengalami penurunan, yang oleh Vatikan disebut “mengkhawatirkan.”

Sementara jumlah bruder di Afrika dan Asia terus meningkat, jumlah bruder di seluruh dunia mengalami penurunan 8 persen antara 2013 dan 2018.

Selama periode yang sama, jumlah religius wanita turun 7,5 persen secara global, demikian menurut laporan itu.

Laporan itu juga menyatakan bahwa sementara jumlah total imam – diosesan dan religius – di seluruh dunia sedikit meningkat – sebesar 0,3 persen pada periode 2013-2018 – jumlah “keseluruhannya tampak agak mengecewakan.”

Eropa disebut menunjukkan penurunan lebih dari 7 persen pada 2018 saja, sementara penurunan di Oceania sedikit di atas 1 persen.

Namun, peningkatan 14,3 persen imam di Afrika dan 11 persen di Asia selama 2013-2018 “cukup menghibur,” sementara jumlah di Amerika Utara dan Selatan “tetap statis,” kata laporan itu.

Buku tahunan itu juga mengatakan bahwa jumlah diakon permanen “berkembang pesat,” mencatat peningkatan yang signifikan dari 43.195 pada 2013 menjadi 47.504 pada 2018.