Mgr Nicolas Adi Seputra, MSC. (Foto: Mirifica.net/Komsos KWI)

Katoliknews.comVatikan mengumumkan bahwa Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC, yang sebelumnya menjadi Uskup Agung Merauke.

Pengumuman singkat itu dilansir oleh Agenzia Fides pada Sabtu, 28 Maret 2020.

“Paus Fransiskus menerima pengunduran diri dari kepemimpinan pastoral Keuskupan Agung Merauke (Indonesia), yang disampaikan oleh Uskup Agung Nicolaus Adi Seputra, MSC,” demikian isi pengumuman tersebut, yang versi aslinya dalam Bahasa Italia.

Dengan keputusan ini, Uskup Nicolaus berstatus sebagai Uskup Emeritus – sama seperti halnya Uskup Hubertus Leteng, Pr, yang pada 2017 lalu juga mengundurkan diri dari Uskup Ruteng dan kini berstatus sebagai emeritus.

Sebelumnya, Uskup Nicolaus dibebastugaskan oleh Vatikan pada 27 Juli 2019, namun tidak dijelaskan eksplisit alasan keputusan tersebut. Ia hanya disebut akan menjalankan masa bina lanjut (on going formation) di Roma untuk periode yang tidak ditentukan.

BACA JUGA: Mgr Nicolaus Adi Seputra MSC, Turun Tahta Pasca 15 Tahun

Kabar pembebastugasannya kala itu disampaikan Uskup Timika, Mgr John Philip Saklil. Bersamaan dengan pembebasan tugasnya, Vatikan menunjuk Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, Uskup Bandung sekaligus Sekertaris Jenderal KWI untuk menjadi visitator apostolik dan Mgr John Philip Saklil sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke.

Namun, Uskup John hanya beberapa hari memimpin Keuskupan Agung itu, setelah ia meninggal dunia secara tiba-tiba pada Sabtu, 3 Agustus 2019.

Hingga kini, Keuskupan Agung Merauke dipimpin oleh Administrator Apostolik, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, yang juga sebagai Uskup Keuskupan Amboina.

Uskup Nicolaus memegang kendali Keuskupan Agung Merauke pada 2004.

Uskup ini ditahbiskan pada 27 Juli 2004 oleh Uskup Agung Emeritus Merauke, Jacobus Duivenvoorde MSC sebagai penahbis utama, didampingi Uskup Agung Jakarta, Kardinal Julius Darmaatmadja SJ bersama dengan Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil.

Sebelum menjadi uskup, ia berkarya selama 15 tahun di Keuskupan Agung Merauke sebagai imam.

BACA JUGA: Pemberhentian Mgr Nico: Mengapa Terjadi dan Apa yang Perlu ke Depan?

Ia sempat menjalani studi di Manila, Filipina dan sekembalinya ia bertugas di Gereja Katedral Merauke. 

Pada 2003, ia diangkat menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke, hingga ditunjuk sebagai uskup.