Ilustrasi

Katoliknews.comPolisi di Uganda dan Kenya menangkap para imam Katolik yang merayakan Misa bersama jemaat, menentang perintah pemerintah yang melarang pertemuan publik untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19).

Polisi di Distrik Mpigi Uganda pada hari Minggu, 29 Maret 2020 menangkap Pastor Deogratius Kiibi Kateregga, Pastor Paroki St. Joseph di Kota Mpigi karena menentang arahan Presiden Yoweri Museveni untuk tidak mengadakan pertemuan keagamaan.

Herbert Nuwagaba, Komandan Polisi Distrik Mpigi, mengatakan kepada Daily Monitor bahwa Pastor Kateregga ditemukan merayakan Misa di Gereja Paroki Katolik Joseph pada hari Minggu pagi.

“Dia ditemukan berkhotbah di gereja, yang bertentangan dengan arahan presiden,” kata Nuwagaba.

Imam Katolik itu ditangkap bersama tujuh orang lainnya dan ditahan di Kantor Polisi Mpigi.

“Kami ingin dia memberi tahu kami mengapa dia melakukan ini,” kata Kapten Godfrey Matovu, Petugas Keamanan Internal Distrik Mpigi Matovu.

Presiden Museveni telah menangguhkan pertemuan keagamaan, budaya, dan politik selama setidaknya 32 hari untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

Semenatara itu, polisi di negara tetangga Kenya pada hari Sabtu menggerebek beberapa gereja, menangkap umat dan pejabat gereja karena menentang larangan yang sama.

Banyak yang ditangkap dan ditahan sebentar sebelum kemudian diizinkan pulang, demikian menurut Anadolu Agency.

“Kami menangkap dua pastor, beberapa biarawati, dan lebih dari 40 jemaat karena menentang aturan yang bertujuan mengurangi dan mencegah penyebaran virus corona. Mereka ditangkap di Paroki St. Paulus Kanduyi dan Gereja Kristus Raja,” kata pejabat setempat, Michael Yator kepada Anadolu Agency.

Ini terjadi ketika Kenya pada hari Sabtu mencatat 7 kasus baru Covid-19, sehingga total menjadi 38 kasus.

Menteri Kesehatan Mutahi Kagwe memberi peringatan kepada warga Kenya yang menentang hukum yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus.