Duta Besar Taiwan untuk Tahta Suci, Matthew Lee (kanan) menyumbangkan 600 kaleng tuna kepada Kardinal Konrad Krejewski dari Polandia (kiri), yang bertanggung jawab atas kegiatan amal paus, pada tanggal 23 Maret 2020. (Penghargaan: Kedutaan Besar Taiwan untuk Takhta Suci/Crux)

Katoliknews.com – Di saat tingkat kematian di Italia terus meningkat akibat virus corona (Covid-19) dan persediaan peralatan kesehatan dasar sulit didapat, Kedutaan Besar Taiwan di Tahta Suci memberi donasi untuk kantor Vatikan dan tarekat religius sebagai bentuk solidaritas.

Sama seperti virus corona “tidak mengenal batas, solidaritas juga melampaui batas,” demikian tulis kata pihak Kedutaan dalam sebuah pengumuman saat menyerahkan satu muatan masker wajah untuk operasi yang disumbangkan ke apotek Vatikan, demikian menurut Crux.

Pejabat kedutaan bermitra dengan Yayasan Cinta Kasih Buddha Tzu Chi, yang berkantor pusat di Taiwan, yang sejauh ini telah menyumbangkan sekitar 4.000 masker ke Apotek Vatikan untuk memastikan “keselamatan dan perlindungan para biarawati, pastor dan pekerja Katolik yang berkomitmen untuk memberikan kenyamanan, bimbingan dan kekuatan rohani pada masa-masa ketakutan dan kecemasan ini. “

Duta Besar Taiwan untuk Tahta Suci, Matthew Lee mengatakan”membantu adalah kewajiban moral bagi kami.”

Menyinggung acara doa Paus Fransiskus dan berkat Urbi et Orbi pada tanggal 27 Maret, Lee menyebut khotbah paus malam itu sebagai “homili harapan,” dan, mengutip pidato itu, berkata, “Kita berada di kapal yang sama … kita semua dipanggil untuk berbaris bersama, masing-masing dari kita perlu menghibur yang lain.”

Pada tanggal 23 Maret, Kedutaan memberikan sekitar 600 kaleng tuna kepada Kardinal Konrad Krajewski dari Polandia, yang bertugas sebagai almoner, bertanggung jawab atas badan amal paus.

Menurut informasi yang diberikan Kedutaan Besar Taiwan untuk Tahta Suci, Duta Besar Matthew Lee saat memberikan makanan itu menyatakan kekaguman bagi mereka yang berada di Tahta Suci yang terus membantu orang miskin dan yang membutuhkan, meskipun ada risiko terkait dengan virus corona.

“Meskipun tuna bukan makanan mahal, itu melambangkan cinta Taiwan kepada orang-orang yang tidak memiliki apa-apa,” katanya, sambil menegaskan bahwa Taiwan akan terus mendukung Takhta Suci dan inisiatif amal selama pandemi ini.

Selama Italia menerapkan kebijakan “lockdown” Kardinal Krajewski sibuk mengemudi ke sana kemari mengambil makanan dan mendistribusikannya kepada orang miskin di Roma.

Setelah menerima tuna, Krajewski berterima kasih kepada Taiwan atas donasi itu dan atas perhatian yang telah ditunjukkan kepada orang miskin.

Pada tanggal 31 Maret, Kedutaan juga menyumbangkan sejumlah besar obat-obatan, masker wajah, dan makanan untuk biara para Kongregasi Suster Pelayan Orang Sakit St Kamilus. Saat ini 17 dari 24 suster-suster itu sedang sakit Covid-29 dan dalam isolasi, yang membuat mereka tidak bisa keluar biara untuk membeli lebih banyak makanan dan hanya menanti sumbangan.

Taiwan sendiri, meskipun dekat dengan China daratan tempat awal munculnya Covid-19, belum memiliki jumlah kasus yang tinggi.

Hingga Rabu kemarin, Taiwan memiliki 329 kasus virus korona, dengan hanya lima kematian dan 39 yang sembuh.

Pada saat Covid-19 mulai muncul, negara itu langsung melakukan sejumlah kebijakan, termasuk mengontrol wilayah perbatasan.