Sumber foto: Vaticannews.va

Katoliknews.com – Gereja Katolik di Ekuador turut membantu pemerintah setempat melayani kebutuhan masyarakat yang terkena dampak Covid-19, di tengah situasi layanan kesehatan di negara itu yang memburuk.

Pastor José Barranco, imam dari konggregasi Misionaris Comboni yang berpusat di Ekuador mengatakan, “situasi di seluruh Ekuador sangat sulit,” tetapi di Guayaquil, ini merupakan sebuah bencana.

Seperti dikutip dari Vaticannews.va, Senin 6 April 2020, ia menjelaskan, di kota pelabuhan itu, dari total 2,3 juta penduduk, sebanyak 2.700 orang yang sudah terinfeksi corona.

Pandemi virus corona telah memicu keadaan darurat kesehatan ganda di Ekuador.

Pertama, karena sistem kesehatan telah kolaps, dan yang kedua karena mayat orang-orang terkumpul di rumah-rumah dan jalan-jalan, menunggu untuk dibawa ke pemakaman.

Presiden Ekuador, Lenin Moreno, telah mengkonfirmasi bahwa sekitar 150 mayat dikumpulkan setiap hari dari rumah dan ruang publik. Tidak hanya itu. Tempat penyimpaanan jenazah  penuh dan banyak rumah duka menolak untuk menyediakan layanan kamar jenazah karena takut tertular.

Sistem kesehatan di negara itu disebut tidak mampu melakukan penanganan  karena peralatan dan staf medis masih kurang. Dokter dan perawat bekerja hingga 16 jam sehari, melakukan shift ganda.

Tingkat epidemi ini sebagian disebabkan oleh masyarakat  yang tidak mematuhi instruksi pemerintah untuk tinggal di rumah, kata Pastor Barranco.

Tetapi di daerah Guayaquil yang sangat miskin, sulit untuk memberlakukan karantina.

Sebuah rumah sering hanya satu ruangan, katanya, “di mana tiga, empat atau bahkan lima orang tinggal bersama, dan hanya ada sedikit makanan. Apa yang seharusnya mereka lakukan?”.

Setiap orang berusaha merespons sebaik mungkin, kata Pastor Barranco. Tetapi apa pun yang pemerintah, Gereja, atau tenaga medis coba lakukan dalam situasi ini, “tidak cukup”.

Ia menjelaskan, Gereja Katolik menawarkan bantuan fisik dan spiritual kepada semua yang membutuhkan.

“Misalnya sebuah rumah sakit milik Keuskupan Agung Guayaquil yang sebenarnya tidak memiliki kapasitas untuk menangani pasien Covid-19 memutuskan untuk menerima semua pasien dari penyakit apapun,” kata Pastor Barranco.

Selain itu, rumah sakit yang sama juga melayani konsultasi medis terkait virus corona kepada masyarakat melalui sambungan telepon.

Tak hanya itu, kata dia, paroki-paroki setempat juga bekerja sama dengan pemerintah melalui sebuah program yang disebut ‘Bersama Memberi Makan Banyak Orang’.

“Lewat program itu, mereka mengumpulkan dan mendistribusikan makanan yang menjadi kebutuhan vital untuk saat ini, dimana banyak orang yang menderita kelaparan karena virus corona,” lanjutnya.

Imam yang juga merupakan Direktur Radio Katolik Nasional di Quito, ibukota Ekuador itu mengatakan, paroki-paroki tersebut pun menyediakan kebutuhan spiritual umat, seperti liturgi dan waktu doa melalui media.

Semua ini, kata dia, dilakukan untuk “menabur iman dan harapan” dalam diri umat.