Kardinal George Pell (Foto: ist).

Katoliknews.com – Dalam sebuah pernyataan, Tahta Suci menyatakan menyambut putusan bebas yang diterima Kardinal Geogre Pell dalam kasus dakwaan terkait pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Pengadilan Tinggi Australia pada 7 April 2020 membebaskannya dari hukuman.

Vatikan menyatakan, percaya pada otoritas pengadilan Australia dan menyambut baik putusan itu.

“Mempercayakan kasusnya ke pengadilan, Kardinal Pell selalu menyatakan tidak bersalah, dan telah menunggu kebenaran mendapat kepastian,” demikian isi pernyataan Vatikan, seperti dilansir Vaticannews.va.

Meski menyambut putusan demikian, Tahta Suci mengatakan tetap berkomitmen untuk mencegah dan mengusut semua kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur.

Kardinal Pell dibebaskan setelah pengadilan dengan bulat membatalkan tuduhan terhadapnya dan mengakhiri pertarungan hukum yang ia lakoni selama lima tahun.

Kardinal, yang menjabat sebagai Bendahara Vatikan saat tuduhan pelecehan seks dilayangkan terhadapnya, adalah pejabat Gereja Katolik tingkat tertinggi yang pernah secara terbuka dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak.

Tuduhan terhadapnya disampaikan oleh seorang pria berusia 30-an tahun yang mengklaim mengalami pelecehan dari kardinal itu saat dirinya masih sebagai anak-anak pada 1990-an.

Tahun 2016, dalam keterangannya kepada polisi, kardinal menggambarkan tuduhan itu sebagai “produk fantasi.”

Dalam sebuah pernyataan setelah keputusan pengadilan, Kardinal Pell mengatakan dia “tidak memiliki niat tidak baik” terhadap penuduhnya.

“Saya tidak ingin pembebasan saya menambah rasa sakit dan kepahitan yang dirasakan banyak orang,” katanya.

“Intinya adalah bahwa saya tidak melakukan kejahatan yang mengerikan ini,” tambahnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Catholic News Agency setelah dibebaskan, Kardinal Pell mengatakan dia selalu berharap dibebaskan dari semua tuduhan.

“Apa yang saya benar-benar nantikan adalah merayakan Misa pribadi,” katanya.

Dia mengatakan dia telah menghabiskan waktunya di penjara sebagai “retret panjang.”

“Doa telah menjadi sumber kekuatan besar bagi saya selama masa-masa ini, termasuk doa orang lain,” katanya.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah berdoa untuk saya dan membantu saya selama masa yang sangat sulit ini,” tambahnya.

Dalam pernyataan publiknya, Kardinal Pell menyampaikan solidaritasnya dengan para korban pelecehan seksual.”

“Satu-satunya dasar untuk penyembuhan jangka panjang adalah kebenaran dan satu-satunya dasar untuk keadilan adalah kebenaran, karena keadilan berarti kebenaran untuk semua,” katanya.

Kardinal Pell dihukum pada 2018 dalam persidangan, setelah sidang pertama berakhir tanpa keputusan.

Ia menghabiskan 405 hari di penjara.

Beberapa jam setelah dibebebaskan, kardinal berusia 78 tahun itu dilepaskan dari penjara dan berangkat menuju Biara Karmelit di Melbourne.