Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan semangat Perayaan Paskah, yang adalah perayaan Kebangkitan Yesus Kristus  sebagai senjata untuk bangkit melawan Covid-19 yang tengah mewabah di seluruh dunia.

Menurutnya, Paskah yang dimaknai sebagai kemenangan atas maut harus menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa menang dalam menghadapi pandemi ini.

“Meskipun Paskah adalah hari besar umat Kristiani, tidak ada salahnya, makna Paskah yang universal, yaitu kebangkitan, kita jadikan semangat untuk bersatu padu dan taat agar Covid-19 tidak semakin mewabah,” katanya, Minggu 12 April 2020.

Legislator Partai Nasdem itu menjelaskan, makna kebangkitan harus mampu dihidupi dalam kehidupan sehari-hari, yang dimulai dari diri sendiri.

Rerie, sapaan akrab Lestari, mengatakan, yang mampu mengalahkan covid-19 ialah diri sendiri, didukung gerakan bersama untuk saling menjaga.

“Dokter dan tenaga medis adalah perantara untuk proses sembuh, karena sampai sekarang Covid-19 belum ada obatnya,” katanya.

Sementara terkait komitmen diri sendiri, tambahnya, termasuk di dalamnya adalah disiplin dan taat pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Di DKI Jakarta dan akan disusul daerah lain yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Covid-19, ada peraturan, anjuran dan panduan agar penyebaran Covid-19 tidak semakin merajalela.

“Jika masyarakat tidak taat dan mengabaikan otoritas pemerintah, maka hanya kesia-siaanlah yang kita peroleh. PSBB hanya sebatas konsep,” katanya.

“Mari kita ambil hikmah Paskah, di tengah pergumulan bangsa menghadapi ragam tantangan, ada harapan akan kebangkitan. Bangkit dan menang karena ketaatan,” tambahnya.

Hingga hari ini, jumlah penduduk bumi yang positif covid-19 sudah mencapai 1,7 juta.

Dari jumlah itu, 109 ribu orang meninggal, 404.031 sembuh. Sekitar 50.592 adalah pasien covid-19 dalam kondisi kritis dan 1,2 juta dalam kondisi ringan.

Sementara di Indonesia, jumlah kasus positif 4.241, dengan korban meninggal 373 orang.