Benny Kabur Harman. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Benny Kabur Harman, politisi beragama Katolik terpilih sebagai  salah satu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat untuk periode 2020-2025.

Diumumkan oleh Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhyono (AHY) pada Rabu, 15 April 2020, Benny  menduduki posisi tersebut bersama lima orang lainnya yakni Edhie Baskoro Yudhoyono, Marwan Cik Asan, Vera Febyanthy Rumangkang, Willem Wandik dan Yansen Tipa Padan.

Benny yang lahir di Denge, Kabupaten Manggarai, Provinis Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 19 September 1962 pernah aktif sebagai anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Ia menjadi Ketua PMKRI Cabang Malang pada 1985-1990.

Ia juga pernah mengenyam pendidikan di seminari, yakni di Seminari Pius ke XII Kisol, Manggarai Timur pada tahun 1982 hingga 1984.

Sekolah tersebut merupakan salah satu lembaga pendidikan calon imam terkemuka di Flores.

Taman dari seminari, ia menempuh studi hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang (1987), lalu studi magister dan doktor hukum di Universitas Indonesia.

Dikutip dari Wikidpr.org, Benny pernah menjadi Anggota Badan Pe­kerja Lembaga Studi dan Advokasi Independen Peradilan (1999) dan aktif di SETARA Institute for Democracy and Peace (2006).

Bersama sejumlah tokoh hukum, ia mendirikan National Institute for Legal-Constitutional Government (2008), Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (1996) – di mana dia menjadi Direktur Pengkajian Strategis hingga 1998 dan menjadi Direktur Center for Information and Economic-Law Studies (CINCLES) (1999).

Benny meniti karir politiknya di level nasional dengan menjadi anggota DPR RI pada 2004 -2009 dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Pada periode berikutnya hingga kini untuk periode keempatnya, ia maju dari Partai Demokrat.

Selama di Senayan ia pernah menjadi Ketua Komisi III Bidang Penegakan Hukum, Pemberantasan Korupsi, dan Hak Asasi Manusia DPR RI (2009-2012); Wakil Ketua Komisi VI bidang BUMN, Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan DPR RI; dan Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI (2012-2014).

Ia juga menjadi Wakil Presiden South-East Asian Parliamentarian Forum Against Corruption (2005-2010)—bagian dari organisasi parlemen dunia untuk antikorupsi.

Benny juga pernah beberapa kali maju sebagai calon gubernur NTT, namun gagal.

Dalam pernyataanya pada Kamis, 16 April 2020, AHY menjelaskan, para pengurus inti yang ditunjuknya telah memenuhi kriteria terkait “integritas, kapasitas, dan kapabilitas.”

Ia juga mengatakan, mereka “memiliki rekam jejak yang baik di bidang politik atau profesional.”

AHY menambahkan, penunjukan enam wakil ketua umum ini merupakan representasi enam wilayah besar di Indonesia. “Wilayah itu adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua,” ujarnya.