Paus meminta Jepang untuk berkomitmen melindungi kehidupan, termasuk dengan menghentikan penggunaan senjata nuklir.

Katoliknews.com – Paus Fransiskus mengajak seluruh umat lintas agama untuk berpuasa dan beramal dengan harapan pandemi corona segera berakhir.

Hal tersebut disampaikan Paus Fransiskus saat memimpin misa di Hari Doa Sedunia yang jatuh pada Kamis 14 Mei 2020.

“Hari ini, menjadi hari doa dan puasa untuk meminta kepada Tuhan yang maha pengasih untuk mengakhiri pandemi ini,” kata Paus dalam Misa yang digelar di Casa Santa Marta, Vatikan seperti dikutip dari Vaticannews.com.

Paus Fransiskus juga mengutip pernyataan Santo Fransiskus dari Assisi yang berbunyi ‘semua adalah saudara dan saudari’.

“Maka, laki-laki dan perempuan dari setiap penganut agama bersatu hari ini dalam doa dan penebusan dosa untuk meminta rahmat penyembuhan dari pandemi ini.”

Selain Covid-19, Paus juga mengutarakan persoalan lain. Misalnya, kata dia, lebih dari 3,7 juta orang meninggal karena kelaparan dalam empat bulan pertama tahun ini.

“Hari doa melawan pandemi ini harus membuat kita memikirkan banyak pandemi lainnya. Pandemik perang, kelaparan,” ujarnya.

Hari Doa Sedunia ini diinisiasi oleh Komite Tinggi untuk Persaudaraan Manusia (HCHF) yang kemudian mendapat dukungan sejumlah pemimpin Negara, tokoh agama termasuk Paus Fransiskus.

HCHF sendiri merupakan sebuah komite yang dibentuk oleh beberapa tokoh Muslim, Katolik, seorang Rabi Yahudi dari Amerika Serikat (AS), dan mantan kepala Unesco Irina Bukova.

Didirikan tahun 2019, Komite Tinggi Persaudaraan Manusia ini sebagai tanggapan konkret terhadap Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Sheikh Ahmed el-Tayeb, Imam Besar Al-Azhar

HCHF memulai kegiatan publiknya tahun lalu, dan bekerja untuk “melibatkan komunitas yang lebih besar dari orang-orang beriman dan niat baik untuk memulai perjalanan baru yang berani menuju masa depan yang lebih damai untuk semua”. (brvs)