Dalam foto ini, Mgr. Jacob Muricken sedang berjabat tangan dengan Paus Fransiskus. (Foto: Ist)

Katoliknews.comSeorang uskup di India yang empat tahun lalu mendonorkan salah satu ginjalnya saat ini ingin meninggalkan tugasnya sebagai uskup untuk menjadi seorang pertapa.

Mgr. Jacob Muricken, Uskup Auksilier di Keuskupan Palai di negara bagian India selatan telah mengajukan permohonan kepada otoritas Gereja membebastugaskannya dari tugas sebagai uskup untuk membantunya menjalani kehidupan membiara yang sederhana.

Uskup berusia 57 tahun itu mengatakan kepada Ucanews.com, kantor berita Katolik Asia bahwa ia mengirim permohonannya ke Sinode Gereja Katolik Siro-Malabar ritus Timur dua tahun lalu dan sedang menunggu keputusan. Dia adalah uskup India pertama yang mengajukan permintaan semacam itu.

Kardinal George Alencherry, Uskup Agung di Gereja Siro-Malabar, “berjanji untuk mempertimbangkan kasus saya secara positif,” kata uskup itu.

Sebuah keputusan telah ditunda karena sinode, badan pengambilan keputusan gereja, perlu mendapatkan persetujuan dari Vatikan untuk membebastugaskan seorang uskup dari jabatannya, kata Uskup Muricken.

Uskup itu mempertahankan keputusannya untuk berhenti dari jabatan uskup karena atas dasar”inspirasi dari Tuhan” dan dia akan mengikutinya asalkan dia mendapat izin dari sinode dan Vatikan.

“Ini adalah panggilan khusus dalam panggilan untuk menjadi seorang biarawan dan menjauhkan diri dari kehidupan resmi sebagai uskup dan peran administrasi lainnya di keuskupan. Itu adalah untuk menjadi lebih dekat dengan Tuhan dan alam,” katanya.

Gagasan untuk menjalani kehidupan yang hening muncul dalam dirinya pada tahun 2017, lima tahun setelah dia ditahbiskan sebagai uskup auksilier Palai.

‚ÄúSebelum itu, saya tidak punya keinginan seperti itu.”

Ia mengatakan dia berharap untuk menghabiskan “sisa hidup saya lebih banyak dalam doa dan meditasi dan menjalani kehidupan yang ramah lingkungan, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk rutinitas seorang uskup.”

Bahkan selama sebagai seorang uskup, ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk doa dan mengikuti pola hidup vegetarian.

Dia bangun sekitar jam 2.30 pagi setiap hari dan menghabiskan tiga jam dalam doa pribadi sebelum bergabung dengan orang lain dalam doa pagi, kata orang-orang dekatnya.

Uskup Muricken mengatakan dia tidak berencana untuk bergabung dengan kongregasi biara yang ada. Dia ingin menjalani kehidupan di Distrik Idukki, daerah terpencil yang berbukit tanpa perlu ada yang membantu.

Seorang uskup di Keuskupan Salem selatan India mengundurkan diri pada 19 Maret dan memilih untuk tinggal di sebuah paroki desa.

Uskup Sebastianappan Singaroyan, yang terkenal karena kesederhanaannya, sekarang tinggal di sebuah paroki di keuskupan yang sama, membantu imam kepala.

Uskup Muricken menjadi berita utama di media internasional pada tahun 2016 karena menjadi uskup pertama di India yang menyumbangkan salah satu ginjalnya kepada seorang pria Hindu.

Donasi ginjal terjadi empat tahun setelah ia diangkat menjadi uskup auksilier Palai pada 24 Agustus 2012.

Uskup Muricken dilahirkan di Muttuchira, sebuah paroki desa di keuskupan itu, pada 16 Juni 1963.

Ia masuk seminari setelah menyelesaikan gelar master di bidang ekonomi dan ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1993.