Kelompok teroris Boko Haram. (Foto: AFP)

Katoliknews.com – Setidaknya 620 orang Kristen telah dibunuh di Nigeria oleh kelompok militan Islam selama lima bulan pertama tahun 2020, demikian menurut sebuah laporan terbaru.

Laporan itu yang dibuat oleh Masyarakat Internasional untuk Kebebasan Sipil dan Peraturan Hukum merinci bagaimana gerilyawan militan Fulani dan Boko Haram telah mengintensifkan kekerasan anti-Kristen mereka di negara Afrika itu dengan menghancurkan tempat-tempat ibadah, sekolah dan rumah.

“Kekejaman terhadap orang Kristen tidak terkendali … di mana pasukan keamanan negara dan para politisi tidak peduli atau berkolusi dengan jihadis,” kata laporan itu.

Kelompok independen tersebut juga memperkirakan bahwa lebih dari 32.000 orang Kristen telah dibunuh oleh militan Islam di Nigeria sejak 2009.

Para gembala Fulani sebagian besar adalah kelompok semi-nomaden Muslim yang telah bertarung dengan para petani Kristen selama berabad-abad.

Kelompok teroris Boko Haram diusir dari beberapa provinsi di timur laut Nigeria oleh militer lima tahun lalu. Namun, kelompok ini mempertahankan kontrol atas beberapa daerah dan terus melancarkan serangan terhadap desa-desa Kristen, membunuh penduduk dan menculik wanita dan anak-anak.

BACA JUGA: Frater di Nigeria Dibunuh Karena “Tanpa Henti Memberitakan Injil”

Boko Haram masih menahan remaja Kristen Leah Sharibu, yang diculik bersama dengan 109 teman sekolahnya pada Februari 2018. Lima dari gadis itu tewas saat dalam penahanan, sementara 104 dibebaskan pada Maret 2018.

Kelompok itu mengatakan tidak akan membiarkan Sharibu pergi kecuali dia meninggalkan iman Kristennya dan masuk Islam. Dia menolak dan dinyatakan sebagai “budak seumur hidup” oleh para teroris.

Christian Solidarity International tahun ini mengeluarkan peringatan genosida untuk Nigeria, menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan.

Serangan terhadap orang Kristen Nigeria terus meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Humanitarian Aid Relief Trust memperkirakan bahwa 6.000 orang Kristen telah dibunuh sejak 2015.

BACA JUGA: Kekerasan oleh Boko Haram Kian Mengerikan, Para Uskup di Nigeria Gelar Aksi Unjuk Rasa

Nigeria berada di peringkat ke-12 pada daftar negara di mana umat Kristen paling banyak mengalami persekusi.