Dari Empat Uskup yang Pernah Pimpin Keuskupan Ruteng, Hanya Satu yang Memimpin Hingga Akhir

Empat uskup yang pernah memimpin Keuskupan Ruteng:Mgr Wilhelmus van Bekkum SVD, Mgr Vitalis Jebarus SVD, Mgr Eduardus Sangsun SVD dan Mgr Hubertus Leteng Pr. (Foto: Ist)

Katoliknews.comKeuskupan Ruteng di Flores dibentuk sejak tahun 1961.

Pada Rabu, 13 November 2019, Keuskupan itu yang wilayahnya mencakup tiga kabupaten di Flores bagian barat, yaitu Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur mendapat uskup baru.

Vatikan menunjuk Mgr Siprianus Hormat Pr, menggantikan posisi yang ditinggalkan Mgr Hubertus Leteng Pr dua tahun lalu. Mgr Sipri adalah uskup yang kelima yang akan memimpin lebih dari 800 ribu umat Keuskupan itu.

Tercatat empat orang uskup yang sebelumnya sudah memimpin Keuskupan Ruteng.

Sejarah menunjukkan, dari keempatnya, hanya satu yang memimpin hingga akhir hidupnya, yaitu Mgr. Eduardus Sangsun SVD, sementara tiga lainnya berhenti di tengah jalan, dengan berbagai alasan.

Berikut adalah riwayat singkat para uskup tersebut.

1. Mgr Wilhelmus van Bekkum SVD

Mgr Wilhelmus van Bekkum SVD tercatat sebagai uskup pertama yang memimpin Keuskupan Ruteng.

Ia diangkat pada 3 Januari 1961, bersamaan dengan peningkatan status Vikariat Apostolik Ruteng menjadi Keuskupan Ruteng.

Mgr Van Bekkum hanya bertahan selama 11 tahun memimpin Keuskupan itu, di mana ia berhenti pada tahun 1972 saat usinya masih 62 tahun – 13 tahun lebih cepat dari usia pensiun seorang uskup yaitu 75 tahun. Tidak diketahui pasti apa asalan ia pensiun dini.

Uskup van Bekkum yang lahir di Achterveld, Provinsi Utrcth, Belanda pada 13 maret 1910 ini cukup lama bertugas di Manggarai, yaitu sejak tahun 1937.

Ia wafat di Rumah Sakit St Rafael Cancar pada 11 Februari 1998 dan dikuburkan di samping Gereja Katedral Ruteng.

2. Mgr Vitalis Jebarus SVD

Setahun setelan Uskup van Bekkum pensiun, rekannya sesama anggota Serikat Sabda Allah (SVD), Mgr Vitalis Jebarus SVD ditunjukkan sebagai Uskup Ruteng.

Mgr Vitalis tercatat sebagai uskup pertama kelahiran Manggarai yang memimpin Keuskupan itu.  Ia lahir di Wangkung, Manggarai pada 26 Februari 1929.

Tahta Suci menunjuknya sebagai Uskup Ruteng pada 17 Maret 1973 dan ditabiskan menjadi uskup pada 5 Mei 1973.

Tujuh tahun kemudian, pada 4 September 1980, ia dipindahkan ke Denpasar.

Mgr Vitalis wafat pada 22 September 1998 di Jarkata.

3. Mgr Eduardus Sangsun SVD

Mgr Eduardus Sangsung SVD tercatat sebagai uskup kedua kelahiran Manggarai, sekaligus sebagai uskup terakhir dari SVD  yang memimpin Keuskupan Ruteng.

Ia ditahbiskan menjadi uskup pada 25 Maret 1985.

Berbeda dari dua pendahulunya, Mgr Edu yang lahir di Karot-Ruteng pada 14 Juni 1943 – memimpin Keuskupan Ruteng hingga akhir hidupnya.

Ia meninggal dunia di Jakarta pada 13 Oktober 2008.

4. Mgr Hubertus Leteng Pr

Dua tahun setelah Mgr Edu meninggal, Vatikan menunjuk Mgr Hubertus Leteng Pr sebagai penerusnya.

Mgr Huber tercatat sebagai uskup pertama dari Projo Ruteng, setelah tiga uskup dari SVD sebelumnya.

Ia ditunjuk Vatikan menjadi Uskup Ruteng pada 7 November 2009 dan kemudian ditabiskan menjadi uskup pada 14 April 2010.

Tujuh tahun setelahnya, Mgr Huber mengundurkan diri pada 11 Oktober 2017, menyusul mencuatnya polemik yang menghebohkan dengan para imam, yang dipicu tudingan penyelewengan dana keuskupan dan beberapa tudingan lain.

Sejak saat itu, Keuskupan Ruteng untuk sementara dipimpin Mgr Silvester San, Uskup Denpasar, yang bertindak sebagai Administrator Apostolik.

Penunjukkan Mgr Sipri melahirkan harapan agar ia bisa menghadirkan sejarah baru di Keuskupan itu, setidaknya bisa menjalankan tugasnya hingga akhir.

Dengan bekal pengalaman sebagai pendamping para frater di Seminari Pius XII Kisol, dosen selama 10 tahun di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero dan di STKIP St. Paulus Ruteng  – yang kini menjadi Universitas Katolik St Paulus – serta pengalaman bekerja di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sejak 2012, ia diharapkan bisa menggembalakan umat di Keuskupan Ruteng, dengan berbagai dinamika yang ada, ke arah yang lebih baik.