Uskup baru untuk Keuskupan Ruteng, Mgr Siprianus Hormat Pr. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Keuskupan Ruteng kini memiliki uskup baru, yakni Mgr Siprianus Hormat Pr.

Namanya diumumkan pada Rabu, 13 November 2019 pada waktu yang hampir bersamaan di Vatikan, Jakarta dan di Ruteng.

Mgr Sipri berasal dari Keuskupan Ruteng. Ia lahir di Cibal, Manggarai pada 16 Juli 1966.

Berikut adalah fakta-fakta terkait uskup baru ini, yang diolah Katoliknews.com dari berbagai sumber:

Alumnus Seminari Pius XII Kisol

Mgr Sipri meniti jalan hidupnya untuk menjadi imam dengan masuk ke Seminari Pius XII Kisol, sekolah calon imam yang berada di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah tamat dari SDK Ri’i di kampungnya, ia mengenyam pendidikan di Seminari Kisol pada tahun 1980-1986.

Sekolah itu, dari jenjang SMP sampai SMA, tercatat sebagai sekolah favorit di NTT, yang telah melahirkan ratusan imam, beberapa uskup dan ribuan awam yang berkarya di berbagai tempat.

Ada lima alumni sekolah ini yang menjadi uskup, termasuk Mgr Sipri. Keempat lainnya adalah Mgr Eduardus Sangsun SVD dan Mgr Hubertus Leteng Pr – keduanya mantan Uskup Ruteng – serta Uskup Sorong-Manokwari, Mgr Hilarion Datus Lega Pr dan Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM.

Sejumlah alumni sekolah ini juga banyak berkarya di level nasional. Beberapa di antaranya adalah Menteri Komunikasi dan Informasi, Johhny G Plate, beberapa anggota DPR RI, seperti Benny Kabur Harman, Melkiades Laka Lena dan Fransiskus Ansy Lema, juga petinggi di media massa, seperti Rikard Bagun (Kompas), Don Bosco Selamun (Metro TV) dan lainnya.

Sekolah itu didirkan oleh misioanris asal Belanda, Pastor Leo Perik SVD pada 1955.

Lama Bekerja di Lembaga Pendidikan

Mgr Sipri cukup banyak menghabiskan waktu karyanya di lembaga pendidikan.

Saat masih frater, ia menjalankan Tahun Orientasi Pastoral (TOP)-nya di alma maternya, Seminari Pius XII Kisol sebagai pendamping para seminaris.

Setelah menjadi imam, pada tahun 1997-1998, ia menjadi pendamping para frater yang menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela, Maumere.

Ketika kembali dari tugas studi lanjut di Italia, selama 10 tahun, 2002-2012, ia menjadi staf pembina para frater di Seminari Tinggi Ritapiret.

Studi di Roma

Ia menempuh studi lanjut bidang teologi moral di Universitas Alphonsianum, Roma pada tahun 1999-2001 dan mendapat gelar licenciat.

Usai kuliah, ia menjalani kursus formator di Universitas Gregoriana, Roma pada tahun 2001-2002.

Ia kembali mengikuti kursis formasi di Varese, Italia pada Juni-Juli 2011.

Saat kembali ke Indonesia pada 2002-2012, ia menjadi dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero dan di STKIP St Paulus Ruteng (yang kini berubah menjadi Universitas Katolik Indonesia St Paulus).

Tidak Lama Bertugas di Paroki

Selama 24 tahun menjadi imam, Mgr Sipri tidak lama bertugas di paroki. Ia tercatat hanya dua kali menangani paroki, dengan status sebagai pastor kapelan/rekan.

Pertama, adalah pastor kapelan di Paroki St Vitalis Cewonikit, Ruteng. Tugas itu diembannya setelah ditahbiskan pada 1995. Selama setahun bertugas di paroki itu, ia merangkap sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng.

Kedua adalah sebagai pastor rekan di Paroki St Paskalis Cempaka Putih, Jakarta pada 1997-1999, tugas yang dijalaninya sambil mempersiapkan diri untuk studi ke Italia.

Jadi Petinggi di KWI

Saat diumumkan sebagai uskup, Mgr Sipri sedang menjabat sebagai Sekertaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), posisi yang diembannya sejak 2016.

Sebelumnya, sejak 2012, ia sudah berkarya di KWI sebagai Sekertaris Eksekutif Komisi Seminari dan Sekertaris Harian Badan Kerjasama Bina Lanjut Imam Indonesia (BKBLII).

Ia juga menjadi Ketua UNIO – forum kekerabatan para imam diosesan seluruh Indonesia, pada 2014-2017.

Uskup Kelima, Pengganti Mgr Hubertus Leteng

Mgr Sipri tercatat sebagai uskup kelima untuk Keuskupan Ruteng sejak keuskupan itu berdiri pada 1961.

Empat pendahulunya adalah Mgr Wilhelmus van Bekkum SVD, Mgr Vitalis Jebarus SVD, Mgr Eduardus Sangsun SVD dan Mgr Hubertus Leteng Pr.

Dari keempatnya, hanya satu yang memimpin Keuskupan Ruteng hingga akhir hidup, yakni Mgr Eduardus, sementara tiga lainnya berhenti di tengah jalan, dengan beragam alasan.

Mgr Sipri akan ditahbiskan tiga bulan lagi, namun tanggalnya belum pasti.