Paus Fransiskus sedang berdoa di depan lukisan Bunda Maria. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Paus Fransiskus menulis surat singkat kepada umat Katolik, menjelang bulan Mei 2020, di mana ia juga menawarkan dua teks doa yang ia minta didaraskan pada akhir Doa Rosario.

“Saya sendiri akan mendoakan (dua doa ini) selama bulan Mei, dalam persekutuan spiritual dengan kalian semua. Saya menyertakan kedua doa tersebut bersama surat ini sehingga keduanya tersedia untuk setiap orang,” tulisnya.

Doa pertama adalah doa yang ia persembahkan pada tanggal 11 Maret lalu, saat ia mempercayakan Italia dan dunia yang sedang menghadapi pandemi Covid-19 kepada Bunda Maria.

Sementara doa kedua secara khusus memohon berakhirnya pandemi Covid-19.

Berikut adalah suratnya dan dua teks doa tersebut, yang dikutip dari Vaticannews.va.

Saudara dan Saudari Terkasih,

Bulan Mei semakin dekat, saat di mana Umat Allah mengungkapkan dengan intensitas khusus cinta dan devosi mereka kepada Santa Perawan Maria. Adalah sebuah tradisi dalam bulan ini untuk berdoa Rosario di rumah bersama  keluarga. Pembatasan akibat pandemi ini membuat kita semakin menghargai segenap aspek “keluarga” ini, juga dari sudut pandang rohani.

Karena alasan ini, saya ingin mendorong semua orang untuk menemukan kembali keindahan mendoakan Doa Rosario di rumah selama bulan Mei. Hal ini dapat dilakukan baik secara berkelompok atau secara individu; kalian dapat memutuskan sesuai dengan situasi kalian, memanfaatkan sebaik-baiknya kedua kesempatan tersebut. Kunci untuk melakukan ini adalah selalu kesederhanaan, dan adalah mudah untuk menemukan di internet model doa yang baik untuk diikuti.

Saya juga menyediakan  dua buah doa kepada Bunda Maria yang bisa kalian daraskan di akhir Doa Rosario, dan saya sendiri akan mendoakannya dalam bulan Mei, dalam persekutuan spiritual dengan kalian semua. Saya menyertakan kedua doa tersebut bersama surat ini sehingga keduanya bisa diperoleh semua orang.

Saudara-saudari yang terkasih, mengkontemplasikan wajah Kristus dengan hati Maria Bunda kita akan menjadikan kita semakin bersatu sebagai sebuah keluarga rohani dan akan membantu kita mengatasi masa pencobaan ini. Saya mengenang kalian semua dalam doa-doa saya, khususnya mereka yang paling menderita, dan saya meminta kalian, tolomg doakan saya. Saya menyampaikan terima kasih dan dengan penuh kasih sayang saya menyampaikan berkat saya untuk kalian.

Roma, Santo Yohanes Lateran, 25 April 2020
Pesta Santo Markus Penginjil

Paus Fransiskus

Doa Pertama

Oh Maria,
Engkau terus bersinar dalam perjalanan kami
sebagai sebuah tanda keselamatan dan harapan.
Kami mempercayakan diri kami kepadamu, Kesehatan Orang Sakit,
yang, di kaki salib,
dipersatukan dengan penderitaan Yesus,
dan bertekun di dalam imanmu.

“Santa Pelindung umat Roma”,
Engkau tahu kebutuhan-kebutuhan kami,
dan kami tahu bahwa engkau akan memberi,
sehingga, seperti di Kana di Galilea,
sukacita dan perayaan bisa kembali
setelah masa percobaan ini.

Bantulah kami, Bunda Kasih Ilahi,
untuk menyesuaikan diri dengan kehendak Bapa
dan untuk melakukan apa yang Yesus katakan kepada kami.
Karena Ia memikul penderitaan kami,
dan membebani diri-Nya dengan kesedihan kami
untuk membawa kami, melalui salib,
menuju sukacita Kebangkitan.
Amin.

Kami berkibar menuju perlindunganmu,
Oh Bunda Allah yang Suci;
Jangan memandang hina permohonan-permohonan kami
dalam kebutuhan kami,
tetapi bebaskanlah kami selalu
dari setiap bahaya,
Oh Perawan yang Mulia dan Terberkati.

Doa Kedua

“Kami berkibar menuju perlindunganmu, Oh Bunda Allah yang Suci”.

Dalam situasi tragis saat ini, saat di mana seluruh dunia menjadi mangsa penderitaan dan kecemasan, kami berkibar menuju engkau, Bunda Allah dan Bunda kami, serta mencari perlindungan di bawah naunganmu.

Perawan Maria, pandanglah kami dengan mata belas kasihmu di tengah pandemi virus corona ini. Hiburlah mereka yang putus asa dan meratapi orang-orang terkasih mereka yang meninggal, yang pada saat seperti ini dimakamkan dengan cara yang membuat mereka sangat sedih. Dekatlah dengan mereka yang merawat orang-orang terkasih  mereka yang sedang sakit dan yang, untuk mencegah penyebaran penyakit, tidak bisa dekat dengan mereka. Penuhilah dengan harapan orang-orang yang dilanda ketidakpastian akan masa depan serta akibat bagi ekonomi dan pekerjaan.

Bunda Allah dan Bunda kami, doakanlah kami kepada Allah, Bapa yang penuh belas kasih, agar penderitaan besar ini dapat segera berakhir serta harapan dan kedamaian dapat muncul kembali. Mintalah bersama Putra ilahimu, seperti yang engkau lakukan di Kana, sehingga para keluarga orang sakit dan para korban terhibur, serta mereka membuka hati untuk yakin dan percaya.

Lindungilah para dokter, para perawat, para petugas kesehatan, dan para relawan yang berada di garda depan situasi  darurat ini, dan mempertaruhkan hidup mereka untuk menyelamatkan orang lain. Dukunglah upaya kepahlawanan mereka dan berikanlah mereka kekuatan, kemurahan hati dan kesehatan terus-menerus.

Dekatlah dengan mereka yang siang dan malam membantu orang sakit, dan dengan para imam yang, dalam keprihatinan pastoral dan kesetiaan mereka terhadap Injil, berusaha untuk membantu dan mendukung setiap orang.

Perawan yang Terberkati, terangilah pikiran pria dan wanita yang terlibat dalam penelitian ilmiah, agar mereka dapat menemukan solusi yang efektif untuk mengatasi virus ini.

Dukunglah para pemimpin bangsa, agar dengan kebijaksanaan, perhatian dan kemurahan hati, mereka dapat membantu orang-orang yang kekurangan kebutuhan hidup yang dasariah serta dapat merumuskan solusi-solusi ancang penyelesaian sosial dan ekonomi yang terilhami pandangan jauh ke depan dan kesetiakawanan.

Bundah yang Tersusi, kobarkanlah hati nurani kami, sehingga dana besar yang diinvestasikan untuk mengembangkan dan menimbun senjata dapat digunakan untuk menggalakkan penelitian yang efektif tentang bagaimana mencegah tragedi serupa agar tidak terjadi di masa depan.

Bunda yang terkasih, bantulah kami untuk menyadari bahwa kami semua adalah anggota-anggota dari satu keluarga besar dan mengenali ikatan yang mempersatukan kami, sehingga, dalam semangat persaudaraan dan kesetiakawanan, kami dapat membantu meringankan banyak situasi kemiskinan dan kekurangan. Kuatkanlah kami dalam iman, tekun dalam pelayanan, kesetiaan dalam doa.

Maria, Penghiburan bagi mereka  menderita, dalam kesusahan rangkullah semua anakmu dan doakanlah agar Allah berkenan  mengulurkan tangan-Nya yang penuh berkuasa dan bebaskanlah kami dari pandemi yang mengerikan ini, sehingga kehidupan dapat kembali tenang seperti biasanya.

Kepada engkau, yang bersinar dalam perjalanan kami sebagai tanda keselamatan dan harapan, kami sungguh mempercayakan diri, Oh Perawan Maria yang menyejukkan, Oh Perawan yang Penuh Kasih, Oh Maria Perawan Terkasih. Amin.

BACA JUGA: Mengapa Bulan Mei Disebut Bulan Maria?