Paus Paulus VI menyatakan, “pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita … dalam kelimpahan.” (the Month of May, 1). (Foto: Ist)

Katoliknews.comPada setiap Bulan Mei, sudah menjadi tradisi bahwa orang-orang Katolik mengadakan devosi khusus kepada Bunda Maria.

Devosi itu biasanya lewat Doa Rosario secara pribadi, bersama keluarga, di rumah-rumah warga selingkungan atau ada juga yang menggelar ziarah ke Gua Maria.

Pandemi Covid-19 tahun ini memaksa doa bersama dengan keluarga-keluarga lain dibatasi, di mana kemudian dianjurkan untuk berdoa sendiri saja atau bersama anggota keluarga.

Paus Fransiskus juga telah menulis dua buah doa khusus yang ia minta untuk didaraskan pada akhir Doa Rosario pada bulan ini. 

BACA: Paus Fransiskus Minta Kita Daraskan 2 Doa Ini Pada Akhir Doa Rosario Selama Bulan Mei

Lantas, bagaimana sejarahnya sehingga Bulan Mei disebut sebagai Bulan Maria?

Dikutip dari Katolisitas.org, devosi mengkhususkan bulan Mei sebagai Bulan Maria diperkenalkan sejak akhir abad ke-13.

Namun praktek ini baru menjadi populer di kalangan para Jesuit di Roma pada sekitar tahun 1700-an dan baru kemudian menyebar ke seluruh Gereja.

Devosi ini menjadi menyebar bermula dari peristiwa pada tahun 1809, ketika Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon dan dipenjara.

Di dalam penjara, ia disebut memohon dukungan doa Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dan berjanji bahwa jika ia dibebaskan, ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

“Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal,” demikian menurut Katolisitas.org.

Ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma tentang Immaculate Conception atau Bunda Maria yang Dikandung Tidak Bernoda” pada tahun 1854, devosi bulan Mei sebagai Bulan Maria telah dikenal oleh Gereja universal.

Paus Paulus VI dalam ensikliknya, the Month of Mary mengatakan, “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati,” dan bulan Mei adalah kesempatan untuk “penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga.”

Paus Paulus VI menyatakan, “pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita … dalam kelimpahan.” (the Month of May, 1)