Berita Terkait Gereja Katolik
Selasa, 7 Februari 2023
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Terkait Gereja Katolik
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Home Katekese

Apa Makna Komuni Batin? Bisakah Hosti Dikonsekrasi Secara Daring?

9 Juni 2020
in Katekese
0
Minggu, 7 Juni 2020 Hari Raya Tritunggal Mahakudus: Ini Teks Misanya

Ilustrasi. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Salah satu hal yang kerap dibahas terkait Misa online atau Misa via live streaming adalah umat tidak bisa menerima hosti kudus.

Lantas, pada saat liturgi sampai pada tahap penerimaan komuni, umat hanya bisa memandang Sakramen Maha Kudus yang ditempatkan di altar. Imam lalu mengajak umat untuk mendaraskan doa komuni batin.

Apa maksud komuni batin itu? Apakah ia bisa menggantikan komuni sakramental?

Pastor Andre Atawolo, OFM, dosen teologi dogmatik di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara mengurai hal ini dalam salah satu tulisan di blognya, Andreatawolo.id.

BacaJuga

Sentuhan Tuhan dalam Misa Online

Sentuhan Tuhan dalam Misa Online

1.5k
Minggu, 7 Juni 2020 Hari Raya Tritunggal Mahakudus: Ini Teks Misanya

Misa yang Tayang di TVRI Minggu, 2 Agustus Disiarkan dari Paroki Kelapa Gading, Jakarta Utara

2.7k

Imam yang rajin mengunggah tulisan-tulisan teologis dan pastoral itu menjelaskan bahwa “komuni batin memang berbeda dari komuni sakramental.”

Namun, kata dia, Gereja Katolik, meski membedakan keduanya tetapi juga serentak tidak memisahkannya.

“Yang pertama tanpa Hosti Kudus, jadi sebagai kerinduan saja; yang kedua dengan menerima hosti kudus,” tulisnya.

“Tentu kerinduan yang dimaksud bukan kerinduan kosong: semakin kuat kerinduan semakin dalam merasakan kesatuan dengan Tuhan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, komuni batin memang bertujuan memenuhi kerinduan spiritual, sehingga wajar jika banyak orang tetap merasa belum utuh, karena ‘hanya’ kerinduan.

“Nah, soalnya di sini bukan apakah komuni itu utuh atau tidak utuh. Bukan. Soalnya apakah seseorang sungguh percaya atau tidak pada daya rahmat Tuhan melalui komuni batin,” tulisnya.

“Ketika komuni batin diukur melulu dari pihak manusia, tentu sulit dimaknai,” jelas Pastor Andre.

Komuni batin, kata dia, juga “jangan diukur dari diriku sebagai individu.”

“Butuh keyakinan bahwa kerinduan seorang beriman dilengkapi oleh doa-doa gerejani yang diwakili oleh imam sebagai wakil Kristus,” jelasnya.

“Jadi, rahmat Tuhan melalui Gereja melengkapi kerinduan setiap orang. Apa yang kurang padaku dilengkapi oleh Gereja sebagai persekutuan. Saya tidak berdoa sebagai individu, tetapi dalam persekutuan dengan Gereja,” tambahnya.

Ia menambahkan, hal yang juga perlu disadari umat beriman adalah jangankan komuni batin, dalam komuni sakramental pun kita semua manusia patut menyadari bahwa kekurangan dan dosa itu selalu ada.

Ia pun teringat akan seorang rekannya sesama pastor yang lebih memilih nada negatif dalam ajakan di awal Misa, kira-kira begini: ‘marilah di awal Ekaristi ini kita mohon kerahiman Tuhan agar ketaklayakan kita berkurang.’

“Penekanan itu bukan bermaksud menambah pesimisme manusia, tetapi agar kita sungguh sadar bahwa sesungguhnya tidak ada manusia yang layak di mata Tuhan. Kesadaran itu diakui, bukan supaya menjadi apatis saja, tetapi agar orang semakin terdorong untuk membuka hati pada daya kerja rahmat: logika rahmat selalu melampaui logika manusia,” tulisnya.

Apakah Bisa Hosti Dikonsekrasi Secara Daring?

Pastor Andre juga menyinggung soal fenomen di mana ada orang, yang ia sebut contoh sebagai si A yang membeli hosti dari sebuah toko rohani, meletakkannya di dekat TV atau gawai selama Misa online lalu mengkonsumsinya sebagai Tubuh Kristus setelah tindakan konsekrasi dari imam.

“Tentu tindakan si A ini tidak sesuai dengan ritus sakramen Ekaristi: ia perlu memahami bahwa Gereja tak membenarkan konsekrasi online,” jelasnya.

Ia menyatakan, dari pihak imam pun, tidak bijak mengklaim bahwa karena sebagai imam actus konsekrasi atas roti dan anggur berdaya ‘menembusi layar’ sehingga umat boleh menyediakan hosti di rumah selama Misa online.

“Lebih tak layak kalau hal ini dibenarkan dengan motif kedekatan emosional, misalnya karena keluarga atau pertemanan,” tulisnya.

Dalam hal ini, kata dia, paroki dan keuskupan perlu memikirkan cara kreatif untuk mendatangi umat demi menjawab kerinduan akan Tubuh dan Darah Kristus.

“Seorang agen pastoral perlu dipersiapkan agar dalam situasi khusus ini dapat ‘membawa’ Yesus kepada mereka yang sungguh merindukan Dia: misalnya orang sakit, orang tua, dan orang dengan disabilitas,” tulisnya.

Artikel Berikut
KAJ Perpanjang Masa Darurat Covid-19 Hingga Akhir Mei

'New Normal' Aktivitas Gereja di KAJ: Juni Fokus Persiapan, Juli Baru Pembukaan Bertahap

Kardinal di Sri Lanka Minta Pemerintah Izinkan Kembali Kegiatan di Rumah Ibadah

Kardinal di Sri Lanka Minta Pemerintah Izinkan Kembali Kegiatan di Rumah Ibadah

Komentar

Artikel Terkini

Gema World Youth Day Portugal di Paroki Santo Paulus Nanga Kantuk, Kalimantan Barat

Gema World Youth Day Portugal di Paroki Santo Paulus Nanga Kantuk, Kalimantan Barat

1.1k
Paus Berbicara dengan Pemenang Zayed Award 2023 dan Mendorong Dialog Antaragama

Paus Berbicara dengan Pemenang Zayed Award 2023 dan Mendorong Dialog Antaragama

1k
[Buku Baru] Gereja: Bahtera yang Mulai Bocor?

[Buku Baru] Gereja: Bahtera yang Mulai Bocor?

1.3k
Renungan Hari Minggu Biasa V: Jadilah Garam dan Terang bagi Sesama

Renungan Hari Minggu Biasa V: Jadilah Garam dan Terang bagi Sesama

1.2k
Uskup Baru Jayapura: Doa adalah Senjata Ampuh untuk Perdamaian di Tanah Papua

Uskup Baru Jayapura: Doa adalah Senjata Ampuh untuk Perdamaian di Tanah Papua

1k
Komunitas Katolik Sant’ Egidio dan Aktivis Perdamaian Kenya Raih Zayed Award 2023

Komunitas Katolik Sant’ Egidio dan Aktivis Perdamaian Kenya Raih Zayed Award 2023

1k
Berita Terkait Gereja Katolik

Katoliknews.com menyajikan berita-berita tentang Gereja Katolik dan hal-hal yang terkait dengannya, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain.

Artikel Terbaru

  • Gema World Youth Day Portugal di Paroki Santo Paulus Nanga Kantuk, Kalimantan Barat
  • Paus Berbicara dengan Pemenang Zayed Award 2023 dan Mendorong Dialog Antaragama

Ikuti Kami

Facebook Twitter Instagram

Tentang Kami

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak

© Katoliknews.com

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2020 Katoliknews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In