Selalu Didemo, Namun Umat Gereja Damai Kristus Tetap Tegar

Suasana umat Paroki Damai Kristus Kampung Duri saat mengikuti Misa pada Minggu, 3 April 2016. (Foto: Stefan/Katoliknews)

Katoliknews.com – Nama Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri kembali jadi pembicaraan pada Minggu Palma dua pekan lalu, saat sekelompok warga menggelar aksi unjuk rasa.

Paroki itu memang menjadi salah satu dari beberapa paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), yang masih mendapat penolakan dari warga sekitar.

Bruder Mathias MSC yang tinggal di paroki itu menuturkan, aksi kelompok intoleran selalu terjadi pada hari raya. Setidaknya, menurut dia, sejak 2007, paroki itu selalu didemo setiap Natal dan Paskah, juga Hari Kenaikan Yesus. Tercatat penolakan terjadi pada tahun 2007, 2012, 2015 dan 2016.

Ia menyaksikan dua kali peristiwa penolakan selama tinggal di paroki itu. “Pas Hari Kenaikan, 14 Mei 2015 dan, pada Minggu Palma (20 Maret), seminggu sebelum Paskah,” katanya kepada Katoliknews.com, Minggu, 3 April 2016.

Suasana saat sekelompok massa berkerumun di Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri, Minggu, 20 Maret 2016. (Foto: Facebook Keuskupan Agung Jakarta)
Suasana saat sekelompok massa berkerumun di Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri, Minggu, 20 Maret 2016. (Foto: Facebook Keuskupan Agung Jakarta)

Ia menyatakan, akibat kuatnya penolakan masyarakat, maka di  paroki itu, tidak dipasang salib.

“Gereja kita tidak punya salib lagi, sudah diturunkan dan kelihatan seperti gedung aula biasa. Tetapi, aksi penolakan terus terjadi,” ungkap Bruder Mathias.

Padahal, menurutnya, waktu tiga puluh tiga tahun lalu, saat Gereja Damai Kristus masih sebagai stasi, malah ada salibnya.

Ia menyatakan kekecewaan terkait penolakan, berhubung paroki ini sudah berusia 27 tahun.

Kira-kira apa alasan di balik itu? “Saya lihat penolakan ini karena gerakan radikalisme dan fundamentalisme,” kata bruder.

Namun, apakah hal itu kemudian membuat umat takut untuk ke Gereja? Ternyata tidak.

Pada hari ini, bertepatan dengan Hari Minggu Kerahiman Ilahi, umat tetap memenuhi Gereja. Dan, Perayaan Ekaristi pun berjalan aman.

Tampak depan Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri. (Foto: Stefan/Katoliknews)
Tampak depan Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri. (Foto: Stefan/Katoliknews)

Meski demikian, tampak aparat berbaju loreng masih berjaga-jaga dan mengawal saat umat mengikuti Misa.

Paroki ini menjadi salah satu tujuan ziarah umat KAJ selama tahun ini yang ditetapkan oleh Paus Fransiskus sebagai Yubileum Luar Biasa Kerahiman Ilahi.

Pada Misa hari ini, ada bebera umat yang datang dari paroki lain. “Saya mengunjungi Gereja ini karena dianjurkan oleh KAJ,” kata Akbar yang mengaku dari Paroki St Helena, Tangerang.

“Saya akan berdoa dalam ziarah ini agar Gereja ini diterima oleh masyarakat setempat sebagai sesama umat Tuhan,” lanjutnya.

Stefan/Katoliknews