Tony Spence. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – “Dua belas tahun di Catholic News Agency (CNS) adalah bagian terbaik karier professional saya,” kata direktur dan pemimpin redaksi kantor berita Katolik, CNS, Tony Spence, menyusul pengunduran dirinya beberapa waktu lalu lantaran ia dinilai mendukung Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Pada Sabtu 16 April, Tony mengatakan kepada National Catholic Reporter bahwa ia telah mengundurkan diri mengikuti permintaan Sekretaris Jenderal Dewan Uskup Katolik AS atau US Council of Catholic Bishop (USCCB), afiliasi dari kantor berita yang ia pimpin.

“Sekretaris Jenderal meminta pengunduran diri saya, karena USCCB sudah kehilangan kepercayaan atas kemampuan saya untuk memimpin CNS,” ungkapnya.

Hal tersebut  bermula dari langkah Tony mengumbar kicauan di akun Twitter terkait LGBT, di mana ia menentang posisi pihak anti-LGBT. dan seruan terhadap UU kebebasan beragama yang telah diloloskan di North Carolina dan Georgia.

Kala itu, mantan General Manager Koran Tennessee Register tersebut menyebutkan bahwa UU itu dungu dan memperbodoh semua orang.

Hal itu lantas mengundang reaksi negatif dari banyak orang termasuk golongan kanan Gereja Katolik di Amerika, mengingat Magisterium Gereja Katolik Roma dengan tegas menolak legitimasi pernikahan sesama jenis.

Dari berbagai hujatan tersebut  bahkan ada yang menyebut bahwa tindakan itu adalah aksi “pengkhianatan iman”.

Michael Hichborn, presiden dari Lepanto Institute dan salah satu kritikus paling agresif pun turut berkecimpung. Ia secara tegas mendukung keputusan pemecatan tersebut.

“Hari ini, USCCB menunjukkan kejelasan dan kepemimpinan yang sangat dirindukan oleh umat Katolik,”ungkapnya.

Sementara itu, Tony sendiri mengaku tidak pernah menduga bakal berakhir seperti ini. Tulisan di akun Twitter tersebut, kata dia, hanya bermaksud untuk mengomentari berita yang terus berkembang.

Sejak pengunduran diri itu, beberapa rekan kerja yang mengenalnya mengaku bahwa ia benar-benar hancur dan memutuskan untuk segera pulang ke kampung halamannya di Tennessee.

Bartolomeus Robyvan/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here