Katoliknews.com – Alunan nada dari alat musik qosidah yang dimainkan oleh ibu-ibu berjilbab orange, mewarnai suasana penuh toleransi menyambut Uskup Ignatius Suharyo di paroki Kranji, Bekasi pada Minggu, 22 Mei lalu.

Ibu-ibu Muslim yang berbaris rapi dengan alat musik di tangan mereka tersebut, bersama umat merayakan ulang tahun ke 25 Paroki Kranji.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pun hadir di tempat itu. Dalam sambutannya, sebagaimana dilansir Kaj.or.id pada Senin 23 Mei, ia mengatakan,  Bekasi memiliki Kampung Pancasila, yakni daerah Kampung Sawah.

Di tempat itu, kata dia, masyarakat sungguh menjunjung tinggi nilai toleransi, sejumlah elemen masyarakat dan umat beragama sudah membaur menjadi satu dalam keberagaman.

Di Kranji sendiri, toleransi yang menjadi kunci perbedaan itu, sudah sejak lama dipegang teguh oleh masyarakatnya. Hal itu tampak dari hubungan yang harmonis antara umat paroki dengan masyarakat di sekitar gereja.

Dalam acara ini misalnya, selain ibu-ibu pemusik, dua orang ketua RT non Katolik yang tinggal tidak jauh dari gereja pun turut terlibat dalam kepanitiaan acara.

Bak “sebuah lilin yang bernyala di tengah kegelapan”, harmonisnya warga di Kranji diharapan bisa menjadi kekuatan yang membuka pikiran banyak orang akan indahnya toleransi.

Roby Sukur/Katoliknews

Komentar