Keuskupan Agung Medan Dukung Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Katoliknews.com – Keuskupan Agung Medan di Sumatera Utara mendukung penuh rencana pemerintah pusat terkait pengembangan pariwisata di Danau Toba.

Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus B Sinaga belum lama ini menyampaikan dukungan itu lwat surat kepada Presiden Jokowi, di mana ia menyampaikan sejumlah saran yang perlu digarisbawahi oleh pihak pemerintah dalam mewujudkan rencana tersebut.

Dalam surat itu, dijelaskan bahwa gereja meminta agar pengembangan pariwisata di Danau Toba mesti mengedepankan soft tourism yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

“Menolak hard tourism yang tidak sensitif terhadap alam, berorientasi jangka pendek dan tidak memberdayakan masyarakat lokal,” kata Anicetus sebagaimana tertulis dalam surat itu.

Selain itu, pengembangan pariwisata tersebut juga mesti mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, adil dan menjunjung tinggi martabat manusia serta adat setempat.

Oleh karena itu, pemerintah harus memberi ruang partisipasi bagi masyarakat setempat dan komponen civil society.

Keterlibatan mereka (masyarakat), demikian dijelaskan dalam surat tersebut, tidak hanya dalam bidang ekonomi saja tetapi juga secara holistik, sejak perencanaan pengembangan itu dimulai.

Lebih lanjut, dalam diksusi Humanistic Tourism yang bertema “Pariwisata Danau Toba Berbasis Pengembangan Keunikan dan Potensi Masyarakat Desa” yang dihadiri oleh Lembaga Corona Mea Vos Estis (CMVE) dan Kementerian Pariwisata, Mgr Anicetus menegaskan kembali hal tersebut.

Ia mengatakan bahwa Gereja Katolik KAM siap berpartisipasi dan bersinergi dengan Pemerintah untuk membangun pariwisata di Kawasan Danau Toba.

Menurutnya, program tersebut bakal berdampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat, baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, maupun kelestarian lingkungan.

Mgr Anicetus juga menjelaskan, Gereja mesti turut ambil bagian dalam hal ini,  karena sejak dahulu Gereja katolik KAM sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh realitas kehidupan dan perkembangan masyarakat di Kawasan Danau Toba.

Roby Sukur/Katoliknews