Pemuda Katolik: Jangan Ganggu Pancasila!

Katoliknews.com – Organisasi Pemuda Katolik di Jawa Timur menggelar talk show terkait Pancasila pada Minggu, 12 Juni 2016. Acara itu yang digelar di kampus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya mengangkat tema “Jangan Ganggu Pancasila.”

Erick Lega, ketua panitia yang juga Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Surabaya mengatakan, acaraitu bertujuan memberikan semangat kepada orang muda supaya bersama-sama menjaga Pancasila dari kelompok yang anti Pancasila.

“Bagi kami, Pancasila adalah dasar negara, pedoman hidup, jiwa dan kepribadian bangsa, sumber hukum, cita-cita bangsa dan pandangan hidup,” katanya seperti dilansir Pustakalewi.net.

Acara itu, lanjutnya, sekaligus sebagai penegasan bahwa Pemuda Katolik adalah organisasi kader yang berasaskan Pancasila dan berusaha mengamalkan nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat.

Hadir sebagai pembicara dalam talk show ini adalah anggota DPR RI, Eva Kusuma Sundari; Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD), Aan Anshori dan Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Jawa Timur, Agatha Retnosari.

Dalam paparannya, Eva Sundari mengatakan, sebagai wadah kaum muda, sudah selayaknya Pemuda Katolik menjadi pengawal Pancasila dari segala ancaman.

Ia menjelaskan, pada saat ini ancaman terhadap Pancasila terus terjadi, terutama dari kelompok-kelompok radikal.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga menjadi salah satu penyumbang ancaman terhadap Pancasila melalui Peraturan Daerah (Perda) yang diskriminatif.  “Saat ini di seluruh Indonesia ada 980 Perda diskriminatif,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Aan Anshori mengatakan, Pancasila memiliki peranan penting bagi sendi kehidupan bangsa Indonesia, termasuk dalam hal mewujudkan kerukunan beragama.

“Ketika tiap agama dan keyakinan punya kebenarannya sendiri, Pancasila merupakan jembatan penghubungnya,” jelasnya.

Alumni Universitas Darul Ulum Jombang ini menilai Pancasila juga meletakkan kemanusiaan dan keadilan sebagai mesin utamanya.

“Kita pernah punya masa lalu kelam di mana Pancasila justru digunakan sekelompok orang untuk menindas keadilan dan melecehkan kemanusiaan. Masa itu tidak boleh lagi hadir sebab hanya dengan Pancasila kita bisa hidup bersama sebagai bangsa,” terangnya.

Sementara itu, Agatha Retnosari yang juga anggota DPRD Jawa Timur berharap, melalui acara ini akan semakin banyak kaum muda yang memahami pentingnya Pancasila bagi Indonesia.

“Kami juga ingin nasionalisme tumbuh di hati kaum muda. Tidak hanya pada saat kebudayaan kita diklaim bangsa lain. Mari bersama kita mengawal Pancasila,” katanya.

Kuncoro Foe, Rektor Universitas Katolik Widya Mandala berterima kasih karena dipercaya menjadi tuan rumah acara ini.

Menurutnya, kampus mereka sangat terbuka untuk kegiatan yang bertema nasionalisme terutama Pancasila.

“Soal Pancasila dan nasionalisme, kami siap menjadi garda terdepan. Apalagi Pancasila menjadi pondasi universitas dalam berkarya,” tegasnya.

Soal penerapan Pancasila, i meminta negara harus bisa hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi warganya serta bisa mewujudkan sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di acara ini, berbagai ormas yang hadir juga menggelar deklarasi “Mengawal” Pancasila, berupa komitmen dalam menjaga Pancasila dari segala ancaman.

Pustakalewi.net/Edy/Katoliknews