Kisah Singkat Gereja Laham yang Sudah Berusia 109 Tahun

Katoliknews.com – Tahun 1907 silam, dua orang Pastor dan seorang Bruder berhasil mendirikan sebuah gereja di daerah Laham Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Dua Pastor tersebut adalah Libertus dan Camilus, sedangkan Bruder itu bernama Ivo. Mereka diutus dari Pontianak untuk membuka karya misi di Kalimantan Timur.

Sebagaimana dilansir Merdeka.com pada Kamis 9 Juni, dari sejarahnya disebutkan bahwa pada tanggal 24 April 1907, mereka tiba di Samarinda, lalu melanjutkan perjalanan menuju sebuah tempat bernama ke Long Iram hingga menetap di sana sementara waktu.

Dari Long Iram mereka lalu berniat pindah tempat. Hal tersebut terkait sejumlah alasan, khususnya karena saat itu masyarakat setempat hendak meninggalkan daerah itu.

Kemudian tanggal 26 Juni, tiga misionaris Kapusin itu berangkat menuju daerah Laham, sebuah desa kecil yang terletak di tepi sungai Mahakam, yang berjarak 90 km di hulu Long Iram atau 500 km di hulu kota Samarinda.

Tiba di tempat itu, mereka lalu mengajarkan keyakinan katolik kepada masyarakat setempat dan membangun gereja.

Menurut kisah singkat dari Yohanes Habing Lawai, seorang Reperendus Dominus Gereja Laham, di awal kedatangan misionaris  itu, mereka sempat mengalami kesulitan.

Namun, kata dia, karena kesabaran dan semangat pantang menyerah, mereka kemudian secara perlahan mengajarkan keyakinan katolik, hingga akhirnya banyak warga setempat yang memeluk agama Katolik.

“Dari yang kita dengar, kaum misionaris itu datang ke sini karena strategis untuk menyebarkan agama Katolik,” kata Yohanes saat ditemui di Laham, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Yohanes, tepat tanggal 1 Januari 1926 tiga misionaris MSF dari Amsterdam datang ke Kalimantan Timur. Mereka adalah Pater F. Groot, Pater J.v.d. Linden dan Bruder Egidius. Mereka tiba di Laham tepat pada tanggal 27 Februari 1926.

“Berkat usaha yang gigih dari tiga missionaris tersebut akhirnya agama Katolik mengalami perkembangan dengan baik,” lanjut Yohanes.

Saat ini, selain menjadi tempat beribadah, Gereja tersebut juga menjadi tempat pembekalan dan pembinaan calon krisma.

Gereja Laham sudah berusia 109 tahun. Secara fisik gereja itu telah mengalami 4 kali perombakan yakni pada tahun 1935, 1997, 1999 dan 2007.

Roby Sukur/Katoliknews