Perayaan 35 tahun Elisabet Ministry (Foto: Emanuel Dapa Loka)

Katoliknews – Sebuh ruangan di lantai 15 Gedung Yustinus Universitas Katolik Atmajaya Jakarta pada Sabtu petang (29/10) dipenuhi manusia. Lagu-lagu pujian terdengar dilantunkan dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Di antara ratusan umat itu, terlihat beberapa orang uskup. Mereka adalah Uskup Agung Merauke Mgr Nicholaus Adi Seputra MSC, Uskup Agung Ende Mgr Sensi Potokota Pr, Uskup Denpasar Mgr Silvester San Pr, Uskup Atambua Mgr Dominukus Saku Pr, dan Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanulang OFMCap.

Tampak juga Romo Andang Binawan SJ selaku Vikep Keuskupan Agung Jakarta dan Romo Melky Toreh MSC serta Romo L.Sugiri SJ.

Rupanya pada sore hari hingga malam hari itu ada perayaan syukuran 35 tahun Persekutuan Doa Karismatik Katolik Elisabet Ministry. Kelompok doa ini berdiri pada 21 Oktober 1981.

Pada saat bersamaan juga ada perayaan syukur 50 tahun perkawinan pasangan suami istri Bapak Alexander Theodor Kandou dan Ibu Maria Ester Gerum, mantan ketua Elisabet Ministry.

Sebagai anggota senior atau di kalangan kelompok ini disebut generasi platinum, Ibu Maria Ester Gerum atau yang biasa disapa Ibu Ester Kandou sebelum perayaan ekaristi menyampaikan secara singkat perjalanan kelompok doa Elisabet Minsitry.

“Kami pergi dari satu kota ke kota yang lain, dari satu desa ke desa yang lain, dari satu paroki ke paroki yang lain, dari satu keuskupan ke keuskupan yang lain bahkan sampai ke luar negeri. Semuanya ini kami lakukan karena kami diutus,”ujarnya.

Dalam waktu 35 tahun, hal itu yang dilakukan kelompok ini. Tentu tak hanya memberikan pelayanan kerohanian, tetapi juga melakukan kegiatan sosial di berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke.

Di Sipirok, Sumatera Utara, misalnya kelompok ini telah membagun gereja, susteran, sekolah dan poliklinik.

“Ada yang bertanya, mengapa Ibu Ester sampai saat ini tidak bosan-bosan pergi melayani? Saya berkata, karena saya mengalami keselamatan dari Tuhan. Saya mengasihi Tuhan dan sekalipun saya hidup 1.000 tahun, saya tidak bisa membalas kebaikan Tuhan, makanya saya pergi. Dan saya ajak orang lain juga supaya mengalami Yesus, bukan tahu tentang Yesus saja, tetapi mengalami dayly, tiap hari,”ujarnya.

Setelah melantunkan sejumlah lagu pujian dan kilas balik perjalanan kelompok doa ini, dilanjutkan dengan peryaan ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Merauke Mgr Nicholaus Adi Seputra MSC dan didamping empat uskup lain serta dua orang romo.

Uskup Agung Ende Mgr Sensi Potokota Pr dalam kotbahnya mengatakan wajah kerahiman Allah tampak sangat nyata melalui jejak-jejak penginjilan yang ditekuni oleh kelompok doa Elisabet Minsitry selama 35 tahun.

“Bersama dengan semua pewarata dan gembala-gembala gereja lainnya, para pegiat Elisabet Ministry telah turut memperkenalkan dan memperkokoh iman umat di tanah air ini bahkan sampai ke luar negeri,”ujarnya.

Sejarah Kelompok Elisabet Ministry

Dalam rangka merayakan HUT ke-35 ini, Elisabet Ministry menerbitkan sebuah buku berjudul “Dari Jakarta Untuk Suku dan Bangsa”. Buku setebal 153 halaman ini ditulis Emanuel Dapa Loka, wartawan lepas di sejumlah media dan ketua Paguyupan Wartawan Katolik Indonesia.

Kemunculan Elisabet Ministry bermula dari sebuah seminar tentang penghayatan hidup dalam bimbingan Roh Kudus di Jakarta pada tahun 1970-an. Salah satu tokoh Katolik yang hadir dalam seminar itu adalah ibu Fransisca R.Siregar yang saat itu sudah berumur 60 tahun.

Saat itu, Ibu Fransisca menjabat sebagai Ketua DPP WKRI. Sejak tahun 1977, setelah dia mengikuti seminar hidup dalam roh itu, dia terbakar oleh Roh Kudus dan bersemangat mengikuti berbagai kegiatan karismatik seperti persekutuan doa, seminar dan lain-lain.

Fransicka Siregar semakin getol di Karismatik, bahkan nyaris seluruh waktunya di habiskan di sini. Karena kesibukan barunya itu, teman-temannya di WKRI memberi dia pilihan, di WKRI atau di Karismatik. Dan, ia memilih di Karismatik.

Setelah itu, dia mengalami pengalaman pribadi yang semakin hari semakin indah bersama Tuhan. Dia pun rindu membagi pengalaman itu kepada ibu-ibu Katolik yang lain. Beberapa ibu diundang ke rumahnya untuk mendengarkan pengalaman imannya bersama Yesus. Mereka adalah Ibu M.Ragil, Ibu Hanneke Soerio dan Ibu S.Marsidi.

Ibu-ibu yang ikut serta semakin banyak. Kekompakan kian hari pun terbentuk. Mereka sering bertemu untuk berdoa, sharing pengalaman iman dan membaca Kitab Suci. Ibu Fransisca pun mengusulkan membentuk persekutuan doa agar ibu-ibu ini tertampung di dalamnya dan bisa melakukan persekutuan doa secara teratur.

Tanpa banyak pertentangan, persekutuan doa khusus ibu-ibu pun terbentuk dan disepakti bernama Elisabet. Ketua pertama Persekutuan Doa Elisabet ini adalah Ibu Fransisca Siregar didampingi Ibu M.Ragil (Ketua I), Ibu Hanneke Soerio (Ketua II), Ibu B.Moniaga (Sekjan), Ibu J. Thenu (Sekretaris I), Ibu Suharsono (Sekretaris II), Ibu L. Woworuntu (Bendahara I), Ibu Indrasasana (Bendarahara II), Pater Pennock OFMCap (Moderator), Pater Catteuw CICM, Sr Patricia dan Ibu Marsidi sebagai pansihat.

Setelah kepengurusan terbentuk pada 21 Oktober 1981 Persekutuan Doa Karismatik Katolik Elisabet resmi didirikan. Dalam sebuah ibadat di sebuah rumah Romo L.Sugiri SJ menumpangkan tangannya kepada para pengurus.

Kapela Stasi Santa Elisabet Sipirok, Tapanuli Selatan yang dibangun Elisabet Ministry (Foto: Emanuel Dapa Loka)
Kapela Stasi Santa Elisabet Sipirok, Tapanuli Selatan yang dibangun Elisabet Ministry (Foto: Emanuel Dapa Loka)

Kelompok Doa (PD) ini sejak awal berdirinya menetapkan diri sebagai kelompok PD yang beranggotakan ibu-ibu dan bersifat misioner. Tak heran mereka sangat getol melakukan penginjilan ke pelosok-pelosok nusantara betapa pun sulitnya medan yang dilalui bahkan di awal-awal mengalami penolakan dari sejumlah paroki dan keuskupan.

Hingga usianya yang ke-35 PDKK Elisabet yang kemudian berubah nama menjadi Elisabet Ministry telah melakukan pelayanan ke berbagai daerah di seluruh keuskupan di Indonesia. Mereka juga sudah memberi pelayanan rohani untuk komunitas Katolik di berbagai kota dan negara di dunia seperti Los Angeles sejak tahun 1984, dan New York, Australia, Belanda, Singapuram Brunei Darusalam, Malaysia dan lainnya.

Agar bisa memberikan pelayanan dengan lebih mudah, Elisabet kemudian membentuk kelompok PD berdasarkan tempat dan kelompok umur. PD tersebut adalah PD Salvator, PD Elisabet Prima, PD Elza (Elisabet Zakaria), PD Elza Cikarang, PD Elisabet Dei Verbum, PD Imago Dei, PD Imago Dei BSD, PD Imago Dei Kids Jakarta Selatan, dan Domus Orationis. Elisabat juga melakukan pelayanan renungan rohani khusus untuk remaja yang ditangani Imago Dei Kids.

Peter