Paus Fransiskus (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Paus Fransius mengecam praktek pelacuran yang membuat kaum perempuan jatuh ke dalam perbudakan.

Hal ini, kata dia, kerap juga melibatkan orang-orang yang menyebut diri Kristen.

Kecaman tersebut diungkapkan Paus dalam kata pengantar buku yang ditulis Pastor Aldo Buonaiuto dari Komunitas Paus Yohanes XXIII, sebuah badan amal Katolik yang fokus merawat orang miskin, pelacur dan yang sedang menghadapi masalah.

“Segala bentuk pelacuran sama dengan perbudakan, tindakan kriminal, kejahatan menjijikkan yang menyalahartikan bercinta  dengan menyiksa wanita yang tak berdaya,” demikian ditulis Paus Fransiskus dalam buku itu yang dipublikasi, Senin, 29 Juli 2019.

“Seseorang tak pernah bisa dijual,” kata Paus.

Sebelumnya pada Maret 2018 lalu, Paus pernah menyinggung tentang prostitusi dalam sesi pertemuan selama empat jam dengan 300 pemuda yang diundang untuk membantu Vatikan memahami apa yang dipikirkan para pemuda ini tentang Gereja Katolik. 

Prostitusi menjadi salah satu isu yang cukup kuat dibahas dalam pertemuan itu, karena Vatikan telah menerima cukup banyak laporan tentang praktik terkait yang berkaitan dengan perdagangan manusia. 

Dalam pertemuan itu, Paus Fransiskus, yang menjadikan perang melawan perdagangan manusia menjadi prioritasnya, mengingatkan para pemuda agar membantu upaya melawan para pedagang manusia itu.

Laporan UN Women terbaru — yang diterbitkan pada 2007 — memperlihatkan bahwa angka laporan kasus prostitusi terselubung meningkat lebih dari 48 persen sejak dekade 1980-an. 

Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Tengah adalah tiga kawasan paling rawan terhadap kasus ini, yang biasanya berkaitan erat dengan isu perdagangan manusia.