Krikil di Sepatu, Kata Walikota Bogor Tentang Kasus GKI Yasmin

Bima Arya, Walikota Bogor. (Foto: Mediaindonesia.com)

Katoliknews.com – Bima Arya, Wali Kota Bogor, Jawa Barat menyebut kasus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin yang berlarut-larut ibarat krikil dalam sepatu.

Karena itu, ia berjanji, selama masa pemerintahannya, kasus itu bisa dituntaskan.

“Harus saya akui ini adalah kerikil dalam sepatu yang membuat saya enggak enak berjalan,” kata Bima dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.

 Bima menjelaskan penyelesaian GKI Yasmin telah menemui dua opsi.  Pertama, gereja didirikan di tempat baru dengan izin mendirikan bangunan (IMB) baru, relokasi, atau berbagi lahan.  Kedua, GKI Yasmin membentuk sebuah tim 7 yang berisikan perwakilan dari setiap kelompok masyarakat dan jemaat.

“(Tim) fokus berkomunikasi, berunding, berdiskusi, secara intens hampir tiap minggu komunikasinya untuk fokus pada opsi penyelesaian,” ujar Bima.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan tak akan membahas mengenai persoalan hukum GKI Yasmin di masa lalu, tetapi  fokus pada penyelesaian rumah ibadah bagi jemaat GKI Yasmin.

“Saya berharap mendapat dukungan masalah penyelesaian dari semua pihak,” ujar Bima.

Kasus GKI Yasmin

GKI Yasmin disegel oleh Pemkot Bogor sejak 10 April 2010.  Ini membuat jemaat gereja itu beribadah di halaman gereja dan di jalan, bahkan di seberang Istana Negara.

Terkait soal hukum, Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta memenangkan GKI Yasmin dalam sengketa IMB yang berbuntut penyegelan tersebut.

Mahkamah Agung  pun pada Desember 2010 juga telah menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Pemkot Bogor. 

Namun, Walikota Bogor saat itu  Diani Budiarto justru menerbitkan Surat Keputusan yang mencabut IMB GKI Yasmin pada 11 Maret 2011.