TNI dan Tentara dari Negara Lain Kompak Nyanyikan Lagu Rohani Berbahasa Indonesia

Katoliknews – Sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama anggota militer dari beberapa negara lain kompak menyanyikan lagu rohani berbahasa Indonesia berjudul ‘Lingkupiku’.

Mereka menyanyikan lagu tersebut di salah satu gereja Katolik di daerah perbatasan Lebanon dan Israel atau sering disebut kawasan UNIFIL.

Kabar ini pertama kali diketahui dari postingan video pemilik akun Marsada Sinaga di Facebook-nya pada 2 Juli 2019 lalu. Video tersebut kini sudah dibagikan lebih dari 21 ribu kali.

Saat dihubungi Katoliknews.com pada Rabu (21/8) Marsada mengaku dirinya sebagai salah satu anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang kini tengah bertugas di kawasan UNIFIL.

Menurut pria asal Sumatera Utara itu, munculnya video tersebut berawal ketika ia dan beberapa rekannya sering  menyanyikan lagu rohani ketika beribadah di beberapa gereja di daerah UNIFIL.

Lagu pujian bersama Pasukan Garuda,Tentara Itali,korea dan Tanzania

Dikirim oleh Marsada sinaga pada Selasa, 02 Juli 2019

“Awalnya kita sering bernyanyi lagu rohani berbahasa Indonesia saat beribadah di gereja-gereja di daerah misi, baik gereja lokal maupun gereja camp dari negara lain,” kata Marsada.

“Soal menyanyikan lagu rohani di video yang beredar, waktu itu kita diundang oleh komandan sektor west yaitu Negara Italia. Lalu kita diminta untuk siap menyanyikan sebuah lagu pujian,” lanjutnya.

Marsada mengatakan, karena sebelumnya sudah beberapa kali bernyanyi di sektor west, anggota militer dari negara lain terkesan lalu ikut bernyanyi bersama hingga direkam dalam sebuah video.

“Mereka terkesan dan akhirnya ikut bernyanyi bersama,” katanya.

“Dan ini menjadi momen yang sangat luar biasa buat hidup saya,dimana negara lain juga bernyanyi rohani dengan berbahasa Indonesia,” katanya.

Dalam video tersebut, kata dia,  tentara yang ikut bernyanyi berasal dari Italia, Korea Selatan, Tanzania, Belarus, Finlandia dan Austria.

Marsada bersama rekan-rekannya saat ini sedang melaksanakan tugas menjaga kemanan di UNIFIL. Selain Indonesia, 40 negara lain juga mengirimkan anggota militer ke tempat itu untuk misi yang sama.