Legio Maria Gelar Konferensi Nasional di Kota Kupang

Katoliknews – Kelompok kerasulan awam Katolik, Legio Maria menggelar Konferensi Nasional di Kota Kupang, NTT selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu, (8/9) lalu.

Konferensi ini bertema ‘Memantapkan Komitmen Legioner dalam Kerasulan yang Bersukacita Berempati dan Penuh Kasih’. Pihak penyelenggara adalah Legio Maria Senatus Sinar Bunda Karmel Malang, Jawa Timur.

Seperi dikutip dari Poskupang.com Konferensi tiga tahunan ini dihadiri oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Perwira Dewan Senatus Malang, perwakilan dari Perwira Dewan Senatus Jakarta dan semua Perwira Dewan Regia, Perwira Komisium, Perwira Kuria se-Indonesia khususnya asuhan Senatus Sinar Bunda Karmel Malang.

Mgr. Petrus Turang, dalam khotbahnya, mengatakan ia sangat berharap para legioner lebih mengenal Bunda Maria dan peranannya serta berusaha meneladani Maria dalam melaksanakan kata dan karya pelayanan kepada sesama atas dasar kasih.

“Konferensi tersebut merupakan wadah untuk saling belajar dan menimba pengalaman iman,” kata Mgr. Turang dalam misa pembukaan konferensi di Gereja Santo Yoseph Naikoten, Kupang Jumat (6/9/2019).

Menurut Uskup Turang, Bunda Maria tidak meruntuhkan semangat juangnya untuk menjalani tugas berat yang dipercayakan Allah, yakni menjadi ibu Yesus, penyelamat dunia.

“Bunda Maria percaya bahwa Allah-lah yang berkuasa untuk mengatur perjalanan hidup manusia dan Allah akan senantiasa menyertai dia dalam perjalanan hidup di dunia menuju surga sesuai dengar rencana dan kehendak-Nya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, gereja percaya, Bunda Maria adalah ibu Tuhan dan ibu gereja serta ibu kita semua yang selalu menjadi perantara doa kepada Yesus.

Lantas, kata dia, sebagai seorang ibu, Maria mengalami dan merasakan penderitaan Salib Yesus Puternya. Namun, Bunda Maria tetap menunjukkan ketegaran hatinya.

“Bila kita dekat dan satu dengan Bunda Maria dalam hidup doa dan pelayanan maka dia akan memberikan damai sejahtera, pencerahan dalam misteri-misteri Ilahi, penghiburan dalam kesesakan, pertolongan saat ajal tiba, pembelaan dalam pertempuran rohani melawan musuh, pengabulan doa yang lahir dari hati dan rahmat dari Puternya Yesus Kristus,” tambahnya.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, usai mengikuti misa pembukaan konfrensi, mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik setiap kegiatan keagamaan.

Nae Soi secara khusus menyoroti keteladanan Bunda Maria sebagaimana yang dikotbahkan Uskup Turang.

“Di mana kita, dalam hal ini umat Katolik tidak hanya berdoa saja, tetapi juga harus bekerja keras untuk memberikan kebaikan, kesejahteraan dan kedamaian kepada sesama,” ungkapnya.

“Tadi uskup menyampaikan hal yang luar biasa, yakni bagaimana kita terlalu mencintai dompet kita sehingga lupa membagi isinya kepada orang lain.
Maksudnya, kita harus saling berbagi,” lanjutnya.

Ia mengatakan, hal  tersebut sangat cocok dengan cita-cita Gubernur NTT dan Wakil Gubernur yakni menjadikan NTT bangkit dan sejahtera.

“Mari kita bangun NTT dengan kemampuan yang kita miliki. Kita saling membantu satu sama lain, teguh dalam menjalankan ajaran agama seturut kehendak Allah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Senatus Bunda Karmel Malang, Hotmaida Raidurat, di sela-sela kegiatan, mengatakan tujuan Konferensi Nasional Legio Maria, bertujuan memantapkan karya kerasulan Legio Maria yang bersuka cita, berempati dan penuh kasih serta memantapkan sistem Legio Maria.