Misa dalam Semangat NKRI di Gereja St Theresia Bongsari

Pengasuh Pondok Pesantren Rodotul Solikhin Sayung Demak, KH Abdul Qodir memberikan ucapan selamat kepada Pastor Kepala Paroki St Theresia Bongsari, Rm Eduardus Didik Chahyono SJ dalam perayaan Ekaristi, Minggu, 6 Oktober 2019. (Foto:Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Katoliknews.com – Menandai usia ke-51 tahun, Gereja St Theresia Bongsari, Semarang, Jawa Tengah menggelar Misa khusus yang mengusung konsep kegembiraan hidup dalam keberagaman di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, dalam Misa yang digelar pada 6 Oktober 2019 itu, umat mengenakan pakaian adat nusantara.

Misa itu juga menegaskan arti pentingnya semangat toleransi, dengan hadirnya saudara-saudari Muslim.

Di bawah arahan Pengasuh Pondok Pesantren Rodotul Solikhin Sayung Demak, KH Abdul Qodir, para santri mengiringi lagu ilir-ilir dengan musik rebana ketika umat menikmati sajian bubur.

Dalam kesempatan tersebut Pastor Paroki, Rm Eduardus Didik Chahyono SJ mengajak umat untuk melestarikan busana nusantara.

Dalam konteks bulan Oktober, yang ditetapkan sebagai bulan Misi Luar Biasa oleh Tahta Suci, ia mengatakan umat Paroki Santa Theresia Bongsari ingin mewartakan kabar sukacita pada realitas Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kaya budaya, suku, agama dan bahasa.

“Kehadiran umat Katolik mesti menjadi berkat bagi sesama,” katanya seperti dilansir Radar Semarang.

Grace, salah seorang umat mengatakan, Gereja Bongsari bisa menjadi pelopor gerakan busana nusantara bagi umat Katolik dengan menyelenggarakan Ekaristi berbusana daerah sebulan sekali.

Sementara itu, KH Abdul Qodir berharap romo dan umat Paroki Santa Theresia selalu menjadi inspirasi dan menjadi berkat bagi sesama.