Uskup Agung Semarang Beri Sakramen Inisiasi untuk Ratusan Penyandang Disabilitas

Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko sedang memberikan sakramen kepada penyandang disabilitas di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, Sabtu, 12 Oktober 2019. Dalam upacara tersebut, sebanyak 161 orang menerima sekaligus sakramen babtis, komuni pertama dan penguatan. (Foto: Solotrust.com)

Katoliknews.com – Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko memberi sakramen inisiasi untuk ratusan penyandang disabilitas di Kevikepan Surakarta pada Sabtu, 12 Oktober 2019.

Dalam perayaan yang digelar di Gereja Santo Paulus, Kleco, Laweyan, Solo itu, 161 penyandang disabilitas dengan rentang usia 9-58 tahun menerima sekaligus tiga sakramen inisiasi: babtis, komuni pertama dan penguatan atau krisma.

Mayoritas dari mereka menyandang tuna grahita dan autisme, lainnya tuna daksa, tuna netra, tuna rungu, tuna laras, tuna wicara, hingga tuna ganda.

Dalam Misa itu, Mgr Rubi didampingi tiga imam selebran pendamping, yakni Vikep Kategorial, Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr; Vikep Surakarta, Romo Robertus Budiharyana Pr dan Pastor Paroki St Paulus Kleco, Romo Emanuel Nuwa MSF serta belasan romo lainnya dari Kevikepan Surakarta.

Saat homili, Mgr Rubi melakukan dialog dengan para penerima sakramen.

Ia juga menyatakan kekagumannya kepada para orangtua yang dengan kebesaran hati, sabar, setia, penuh ikhlas merawat anak mereka yang terlahir memiliki kebutuhan khusus.

“Saya sangat kagum kepada keluarga yang sungguh-sungguh mempunyai hati untuk merawat anak-anak pemberian Tuhan, anggota keluarga kita yang istimewa diberikan Tuhan kepada kita, (yang) harus diperlakukan secara istimewa, meskipun kadang tidak mudah,” katanya, seperti dikutip Solotrust.com.

“Melalui anak-anak ini, nama Tuhan semakin dimuliakan, kasih kerahiman Tuhan dinyatakan. Mereka harus mendapatkan hak karya keselamatan Tuhan,” tambahnya.

Sementara itu, ketua pelaksana upacara, Ignatius L. Wahyu Nugroho mengatakan, para penerima sakramen ini telah dipersiapkan sejak beberapa bulan sebelumnya melalui berbagai tahapan, bekerja sama dengan paroki setempat.

“Ini bagian dari kepedulian dan perhatian Gereja untuk mengembangkan iman umat mereka yang lahir istimewa untuk kemuliaan Tuhan,” katanya.

Mereka, kata dia, berasal dari 28 paroki se-Kevikepan Surakarta di Solo Raya.

Penerimaan sakramen inisiasi khusus ini lahir dari gagasan Gereja untuk memberikan hak karya keselamatan Tuhan kepada semua orang, termasuk orang berkebutuhan khusus.

Tiga kevikepan lain, yaitu Kevikepan Yogyakarta, Kevikepan Semarang, Kevikepan Kedu juga telah melakukan hal yang sama.