Tokoh Muslim Jadi Ketua Pesparani di Lembata, NTT

Haji Mansyur Masan Purab, Ketua Panitia Pesparani Kapupaten Lembata hadir dalam rapat perdana persiapan yang dipimpin Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, Pangkrasius Kuwit, Kamis, 24 Oktober. (Foto: Pos Kupang)

Katoliknews.comUpaya membina relasi antaragama dengan melibatkan tokoh agama lain dalam penyelenggaraan kegiatan Gereja dilakukan oleh oleh Pemerintah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Haji Mansyur Masan Purab, seorang tokoh Muslim di kabupaten itu mendapat mandat untuk menjadi ketua panitia Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) yang akan berlangsung selama tiga hari pada bulan depan.

Menanggapi penunjukkan dirinya, Haji Mansyur menyatakan berterima kasih atas kepercayaan pihak Gereja, juga dari pemerintah setempat.

Ia pun berkomitmen menjalankan mandat itu dengan sungguh-sungguh.

“Jika dalam perjalanan terdapat kekeliruan dan kesalahan, mari kita bersama saling menambal kesalahan itu, sehingga kita mampu mewujudkan rasa toleransi yang baik di Lewotana Lembata yang kita cintai ini,” ungkapnya seperti dikutip Pos Kupang.

Ia pun berharap agar semua pihak yang terlibat dalam seksi kepanitiaan bisa saling berkolaborasi.

Ia menekankan bahwa “lebih mudah mengerjakan suatu pekerjaan jika saling bekerja sama.”

Haji Mansyur mengingatkan, kegiatan Pasparani perdana di tingkat Kabupaten Lembata ini akan menjadi tolak ukur bagi kegiatan serupa dan kegiatan-kegiatan lainnya di masa mendatang.

Rapat perdana perihal acara ini berlangsung pada Kamis, 24 Oktober 2019 di kantor bupati Lembata. Rapat itu dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Pangkrasius Kuwit.

Pesparani ini akan diikuti 16 paroki di wilayah Lembata. Jenis perlombaan antara lain Paduan Suara, Mazmur, Cerdas Cermat Rohani dan Bertutur Kitab Suci.

Peserta yang menjadi juara satu akan mewakili kabupaten untuk lomba di tingkat Provinsi NTT.

Saverin Ndemu, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (LP3K) Lembata mengatakan, pelaksanaan Pesparani ini berdasarkan Putusan Bupati Lembata Nomor 95 Tahun 2018, yang mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 35 tahun 2016 tentang “Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik.”