Mayoritas Peserta Sinode Amazon Setuju Tahbiskan Pria yang Sudah Menikah

Konferensi pers terkait Sinode Amazon di kantor media Tahta Suci. (Foto: Daniel Ibáñez/CNA)

Katoliknews.com – Mayoritas peserta Sinode Amazon sepakat terkait usulan menahbiskan pria yang sudah menikah, demi mengatasi kelangkaan imam di wilayah Amazon.

Dalam voting yang dilakukan pada 26 Oktober saat pembahasan dokumen akhir sinode itu, 128 peserta menyatakan setuju, sementara 41 lainnya menyatakan menolak usulan tersebut.

Voting tersebut diadakan pada akhir sinode yang berlangsung selama tiga pekan yang dihadiri sekitar 180 uskup. Sinode tersebut juga mengkaji peran perempuan dalam gereja, inkulturasi, hak masyarakat adat dalam menghadapi eksploitasi ekonomi, lingkungan, dan budaya di wilayah Amazon.

Namun, keputusan tersebut tidak otomatis berlaku, karena tidak memiliki otoritas magisterial dan masih menanti sikap Paus Fransiskus yang akan dinyatakan dalam dokumen khusus. Vatikan menyatakan, dokumen dari paus tersebut akan terbit tidak lama lagi, sebelum akhir tahun ini.

Alasan di balik usulan tahbisan bagi pria yang sudah menikah, menurut dokumen tersebut,  karena umumnya umat di wilayah Amazon tidak bisa menghadiri Misa setiap Minggu karena kelangkaan imam.

“Ada yang berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sebelum seorang imam bisa kembali ke suatu komunitas untuk merayakan Ekaristi, memberikan sakramen tobat atau pengurapan orang sakit,” kata dokumen itu.

Dokumen itu menetapkan aturan bagi pria yang menikah yang diizinkan ditahbiskan, dengan apa yang disebut viri probati. Beberapa di antaranya adalah dianggap pantas dan terhormat oleh masyarakat, telah menerima formasi yang memadai untuk imamat, memiliki keluarga yang harmonis dan berperan dalam menopang kehidupan komunitas umat.

Para pendukung perubahan itu berpendapat ini bukan pemutarbalikkan aturan tentang selibat, melainkan pengecualian, seperti halnya yang dilakukan terhadap pastor Anglikan yang masuk Katolik.

Mgr Erwin Kräutler, Uskup Emeritus Keuskupan Xingu, Brasil mengatakan kepada media bahwa usulan menahbiskan pria yang telah menikah bukanlah kejutan.

“Tentu saja itu yang kami harapkan,” kata Kräutler seperti dilansir Catholic News Agency.

Kräutler, salah satu uskup yang sejak awal mendukung usulan tersebut mengatakan pada konferensi pers pada 9 Oktober bahwa “tidak ada pilihan lain” untuk wilayah Amazon.

Sementara usulan untuk mengizinkan penahbisan pria yang menikah mendapat dukungan suara mayoritas, usulan terkait mengizinkan imam untuk menikah menjadi perdebatan panjang dalam sinode.

Kardinal Michael Czerny, sekretaris khusus sinode mengatakan, anggota sinode berpendapat, usulan terkait hal itu sudah menyentuh hal yang akan berlaku untuk Gereja universal.