Romo Benny: Kembalikan Ekosistem Pancasila yang Sudah Hilang

Ekosistem Pancasila, kata Romo Benny, adalah ekosistem yang menerima perbedaan dan keanekaragaman

Romo Antonius Benny Susetyo: Ekosistem Pancasila harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak yang kemudian menjadikannya sebagai habituasi. (Foto: Ist)

Katoliknews.comRomo Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak berbagai elemen bangsa untuk mengembalikan apa yang ia sebut sebagai ekosistem Pancasila yang ia nilai sudah hilang dalam kehidupan bermasyarakat.

Ekosistem Pancasila, kata Romo Benny, adalah ekosistem yang menerima perbedaan dan keanekaragaman, di mana di dalamnya semua orang menerima pandangan hidup bahwa berbeda itu saling melengkapi dan saling merajut persatuan.

“Untuk mengembalikannya, ekosistem Pancasila ini harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak yang kemudian menjadikannya sebagai habituasi,” kata Romo Benny saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk “Merawat Kemajemukan, Memperkuat Negara Pancasila” di Jakarta, Senin, 11 November 2019.

“Jadi, pendidikan Pancasila bukan lagi dengan cara doktrinisasi, tetapi dengan habituasi, dengan menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak untuk mengenal keragaman dan kemajemukan,” lanjutnya.

Menurutnya, setiap warga negara mempunyai tanggung jawab historis dan moral untuk menghidupi ekosistem Pancasila itu.

“Guru dan orangtua harus membangun ekosistem Pancasila ini dengan menghayatinya, bukan didoktrin. Bisa lewat dongeng, pembelajaran, kesenian, hingga permainan sehingga menjadi habituasi,” terang Romo Benny.

Senada dengan itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo yang juga hadir dalam seminar tersebut, menegaskan, toleransi harus menjadi sebuah kebutuhan.

Toleransi, katanya, bukan sesuatu yang diberi, tetapi sesuatu yang harus diperjuangkan.

“Toleransi harus menjadi kebutuhan bagi kita karena kebhinnekaan adalah pembentuk bangsa,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa radikalisme adalah embrio lahirnya terorisme melalui kekerasan dan aksi-aksi yang ekstrim.

Bambang menegaskan, Presiden Joko Widodo memiliki komitmen tinggi untuk menjaga ideologi bangsa dengan membuat dua lembaga untuk pemantapan ideologi bangsa yaitu MPR dan BPIP.

“MPR dan BPIP adalah dua lembaga yang harus bekerja sama dalam pemantapan ideologi bangsa, dalam mengawal dan menumbuhkan keyakinan terhadap ideologi Pancasila,” katanya.