Bangun Mushala, Imam di Jawa Timur: Agar Umat Muslim Nyaman Shalat

Romo Tiburtius Catur Wibawa mendirikan mushala di Griya Ekologi Kelir di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: Dok pribadi Romo Catur)

Katoliknews.com – Seorang imam di Jawa Timur membangun mushala demi memberi ruang bagi tamu Muslim untuk menjalankan shalat.

Romo Tiburtius Catur Wibawa, demikian nama imam itu, membangun mushala di Griya Ekologi Kelir di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Griya Ekologi Kelir adalah tempat pelatihan dengan lahan seluas dua hektar milik SMA Katolik Hikmah Mandala, Banyuwangi, yang berada di bawah naungan Yayasan Karmel Keuskupan Malang.

Mushala sederhana itu dibangun oleh Romo Catur sejak Mei 2019 dan saat ini bisa digunakan, dengan daya tampung 12 orang, demikian menurut laporanĀ Kompas.com.

Romo Catur mengatakan, Griya Ekologi Kelir adalah rumah edukasi untuk menumbuhkan kembali rasa cinta pada alam. Rumah itu diberkati pada September tahun lalu.

“Sejak rumah edukasi ini dibangun, banyak tamu yang datang ke rumah edukasi ini dari lintas agama. Ada yang Kristen, Katolik, dan Islam. Lalu saya berinisiatif membangun mushala kecil di sini agar tamu Muslim yang datang bisa shalat dengan nyaman,” katanya.

Sebelum mushala itu dibangun, Romo Catur bercerita bahwa tamu Muslim biasanya akan shalat jemaah di ruangan kosong yang telah dibersihkan atau di kamar yang ada di Griya Ekologi Kelir.

“Tamu yang datang ke sini memang kebanyakan beragama Katolik, Kristen, dan Islam, dan sejak ada mushala ini saya ikut bahagia karena mereka juga bisa beribadah,” katanya.

Saat ini Romo Catur sedang membangun Rumah Maria yang bisa digunakan untuk umat Nasrani berdoa dan beribadah.

“Rumah Maria sekarang sedang proses dibangun,” katanya.

Romo Catur menjelaskan, tidak tertutup kemungkinan ada yang ingin mendirikan pura untuk ibadah umat Hindu dan wihara untuk ibadah umat Buddha di lahan Griya Ekologi Kelir.

“Jika ada yang ingin membangun pura dan wihara di sini, kami terbuka. Kalau sekarang tidak memungkinkan karena kendala di biaya. Sementara mushala dulu dan Rumah Maria yang dibangun,” katanya.