Kemenag Diminta Perhatikan Pembinaan ASN di Dirjen Bimas Katolik dan Seluruh Kanwil

Para Pengurus Pusat Pemuda Katolik berfoto bersama Wakil Mentri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi usai audiensi pada Rabu, 12 Februari 2020.(Foto: PP Pemuda Katolik)

Katoliknews.com  Kementerian Agama perlu memperhatikan proses pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Direktorat Jenderal Bimas Katolik dan di kantor wilayah seluruh Indonesia agar polemik kelangkaan pejabat tidak kembali terulang, demikian salah satu masukan dari Pengurus Pusat Pemuda Katolik.

Pada Rabu, 12 Februari 2020, PP Pemuda Katolik beraudiensi dengan Wakil Mentri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, di mana salah satu isu yang diangkat adalah polemik Plt. Ditjen Bimas Katolik yang sempat menjadi isu hangat.

Dari polemik itu terungkap bahwa di Kemenag, tidak ada eselon satu yang bergama Katolik, yang sempat menjadi alasan bagi Kemenag menunjuk pejabat beragama Muslim untuk menjadi Plt Dirjen Bimas Katolik, sejak posisi Dirjen lowong pada Juli tahun lalu.

Meskipun Kemenag kemudian mengaku keliru dengan alasan demikian – karena berdasarkan aturan dari Badan Kepegawaian Nasionl membolehkan elson dua untuk menjadi Plt, sehingga kemudian mengangkat Plt. baru, Aloma Sarumaha – dari kasus ini PP Pemuda Katolik melihat adanya persoalan dalam pembinaan ASN di Kemenag.

“Harapanya semakin banyak ASN beragama Katolik yang memiliki jenjang karir yang terpadu dalam membantu dan menunjang kinerja kerja pemerintah khususnya di lingkungan Kementerian Agama RI,” kata Ketua Umum PP Pemuda Katolik,  Karolin Margret Natasa.

Terkait hal itu, Wamenag menyatakan, mereka selalu mendengar dan berupaya merespon dengan cepat dan tepat setiap aspirasi dari masyarakat, dengan tetap mempertimbangkan seluruh regulasi yang ada dan juga berkomitmen dalam membangun pembinaan seluruh ASN di lingkungan Kemenag.

Dalam kesempatan tersebut, Pemuda Katolik juga menyampaikan keprihatinan terkait masalah yang dihadapi oleh Gereja Paroki St Joseph Tanjungbalai Karimun, di mana mereka meminta Kemenag untuk bisa memastikan adanya solusi yang baik bagi semua pihak.

Mereka juga menyatakan perlunya upaya melawan berbagai praktek intoleransi, baik di Karimun maupu daerah lain di seluruh Indonesia.

Selain Karolin, pengurus Pemuda Katolik lainnya yang hadir dalam audiensi itu adalah Wasekjend yang juga Ketua Komda DKI Jakarta Bondan Wicaksono; Ketua Lembaga Hubungan Antar Alumni Alfonsus Beo Say dan Ketua Komcab Kabupaten Karimun, Vadarones Purba.