Selamatkan Manusia dan Bumi dari Sampah Plastik, Ajakan Uskup Bogor dalam Surat Gembala Prapaskah

Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM. (Foto: Ist)

Katoliknews.comUskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM mengangkat tema ekologi dalam Surat Gembala Prapaskah tahun ini.

“Bertobatlah, selamatkan manusi dan bumi dari sampah plastik,” demikian judul surat gembalanya yang telah dibacakan di seluruh wilayah Keuskupan pada Misa Sabtu-Minggu, 22-23 Februari 2020.

“Kami mengajak seluruh umat keuskupan Bogor agar selama 40 hari Masa Puasa atau Prapaskah ini, kita berseru dan melakukan Aksi Puasa Pembangunan dengan tema: ‘Bertobatlah, selamatkan manusia dan bumi ini dari sampah plastik,'” demikian kata Uskup Paskali dalam suratnya.

Masa Prapaskah bagi seluruh umat Katolik dimulai pada Rabu Abu esok, 26 Februari.

Uskup Paskalis pun menyapa umatnya: anak kecil, orang remaja, orang muda, keluarga-keluarga, kakek nenek, pastor, suster, bruder, frater untuk mengadakan sejumlah gerakan dan aksi selama Masa Prapaskah.


Pertama, kata dia, adalah gerakan pembaruan rohani.

“Kita mengarahkan perhatian kita pada peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Adakanlah devosi Jalan Salib di gereja-gereja, di tengah alam terbuka sambil menjaga kelestariannya, seperti di tempat ziarah Gua Maria Rangkas Bitung; Taman Doa Kahuripan di Cibadak; Taman doa di Megamendung; Taman Doa Jalan salib di Ciluar ataupun di Parung serta Cibinong. Selain devosi Jalan Salib, penerimaan sakramen Tobat serta Ekaristi diperbanyak.

Kedua adalah gerakan menciptakan suasana selamat, shalom, damai sejahtera dengan sesama, dalam keluarga, anak-anak dengan orang tua.

“Berusahalah mengurangi pertengkaran hingga perselisihan berkepanjangan; perlu ugahari dalam bertindak dan berkata-kata. Bangunlah suatu corak kehidupan yang ditandai oleh persaudaraan insani,” tulis Uskup Fransiskan ini.

Ketiga adalah gerakan untuk menyelamatkan ibu bumi ini dengan membersihkannya dari segala bentuk sampah plastik.

“Bersihkanlah lingkungan sekolah, gedung gereja-gereja, rumah-rumah keluarga, maupun tempat usaha dari plastik-plastik; tindakan preventif berupa puasa pemakaian plastik, kemasan-kemasan minuman dari plastik serta pemakaian sedotansedotan dan sendok-sendok plastik berusaha dihindari. Membangun network dengan pemerintah dalam mengadakan bank-sampah ataupun mengelola sampah menjadi pupuk organik, seperti sedang diperjuangkan oleh beberapa paroki, a.l. Paroki Ciluar, Paroki Cibinong, Paroki Mateus dan Paroki Markus di Depok,” katanya.

Keempat, jelas dia, adalah gerakan para guru sekolah-sekolah Katolik untuk mengadakan aksi bersih sampah bersama anak-anak sekolah dari lingkungan sekolah, kelas secara berkala dan terus menerus.

“Taman-taman sekolah menjadi demikian asri, indah dipenuhi tanaman hijau dan bunga warna warni serta bebas dari plastik yang biasanya bertebaran,” tambahnya.

“Mari kita saling mendoakan, berpuasa dan bersedekah agar karya keselamatan menjadi nyata, konkret pada manusia dan alam semesta termasuk ibu bumi kita. Bunda Maria, bunda Pelindung kita menjadi teladan kesediaan dan kesetiaan untuk merenungkan Perjalanan Salib Yesus Kristus dan KebangkitanNya,” tulis Uskup Paskalis.